Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Kilas Balik Diturunkannya Quran | Ustadz Faris BQ, Lc. MA.

Penulis : rumah quran stan on Jumat, 16 Oktober 2020 | 07.02.00

Jumat, 16 Oktober 2020


Link Youtube Kajian => klik disini 

Zoom RQ STAN, 4 Oktober 2020

Kajian kali ini unik. Santri diminta gabung/join setengah jam sebelum acara seharusnya dimulai. Alasannya sederhana: manajemen telah men-share ID meeting Zoom dan password ke grup komunitas Quran dan alumni RQ, agar mereka dapat join kajian. Namun, realitanya, partisipan Zoom RQ saat kajian mentok di angka 68 :D

Beberapa pengumuman juga disampaikan sebelum kajian berlangsung, di antaranya:

  1. Periksa Adab = Agar dalam mengikuti kajian walaupun virtual, tata adab berpakaian santri sama seperti ketika kajian offline;
  2. Pengumuman lomba kajian Adab = catatan terlengkap ada 2 pemenang. 
  3. Bahwa RQ Virtual berpotensi menghadirkan data-data analytic yg dlu belum pernah dimining di RQ STAN. Salah satunya efektivitas pembelajaran di RQ. Diharapkan evaluasi online bisa dimaksimalkan, yakni di 1 BULAN PERTAMA RQ STAN Virtual.
  4. Pengumuman lomba banyak-banyakan like filosofi RQ virtual, dengan pemenang RQ Hafshah 121 likes.
  5. Knowledge Folder RQ STAN: s.id/rqsemangat berisi komitmen awal, agar kita bisa merecallback semangat Quran kita. Selain itu, dokumentasi kajian/pembelajaran dan lain-lain dapat diarsipkan di folder cloud tersebut.
  6. Lomba catatan kajian berikutnya dengan ketentuan:
    • membuat resume dan menetukan frame terbaik yang dikaitkan dengan kehidupan pribadi (wisdom) dibingkai dgn desain menarik, diposting sebagai FIT Instagram, dengan men-TAG IG stanruqun_
    • kebetulan kajian sejarah, pasti ada frame menarik yang bisa kita jadikan patokan kehidupan kita.
    • tersedia 3 pemenang dengan like terbanyak. 

Starting KHANSA - Khajian Insidental 

Kajian dipandu oleh MC Kukuh Said Musa, Mahasiswa lulus PKN STAN 2020 yang 14 Oktober lalu diwisuda. Diawali dengan lantunan tasmi' surah An Nabaa' dari akh Faishal Ibrahim (keduanya dari RQ Fatahillah), kegiatan diharapkan menjadi lebih berkah. Ustadz Faris BQ bi idznillah masuk tepat sebelum pukul 20.15, sehingga ustadz langsung dapat memulai kajian.

Berikut intisari penuh makna dari kajian beliau:
  • Ust. Faris di 2006-2007 pernah menjadi pengampu materi pengantar ilmu hadits Ma'had MBM (Kampus STAN). Maa syaa Allah, beliau rindu masa-masa itu. Masa di mana belum banyak remaja muslim yang melek dakwah seperti sekarang, tapi sudah ada kalangan-kalangan itu di STAN. Semoga Allah pertemukan kami di syurga Allah untuk berreuni kembali.
  • Start sejarah Quran bukan ketika Quran diturunkan, tetapi ketika Allah mempersiapkan seorang rasul demi menerima wahyu yang merupakan mukjizat itu.
  • Di usia 3,5 tahun, Nabi dibelah dadanya, sebuah peristiwa yang tidak diterima nalar. Ini merupakan IRHAS, yakni kejadian diluar nalar sebelum diangkat nabi
  • Selain itu, ada juga ru'yah ash shodiqoh = mimpi yg benar. yang mirip dan persis kejadian yang akan terjadi nantinya. ini terjadi 6 bulan sebelum Rasul terima wahyu. Allah membiasakan dengan hal-hal yang mirip dengan wahyu.
  • Mimpi yg benar adalah bagian 1/46 bagian wahyu. Bahwa bohong terkait mimpi itu dosanya lebih besar daripada bohong biasa. Nah, 6 bulan = 1/2 tahun dr 23 tahun = 1/46, sebuah keajaiban pesan Nabi kala itu.
  • Salaamun hajar = yakni batu-batu di sekitar Makkah yang mengucapkan salam kepada Nabi. "Aku tahu letak batu-batu di mekkah, krn mereka mengucapkan salam ketika aku belum menjadi nabi."
  • Agar apa kejadian itu semua? Agar nabi tidak terbebani ketika sudah tibanya wahyu.
  • RENUNGAN: Kalau Quran turun kepada GUNUNG = maka gunung akan hancur berkeping-keping. Maa syaa Allah. Betapa LEBIH KUATNYA kita dari gunung, ketika kita mau bertahan bersama Quran, mengambil amanah untuk slalu membersamai Qur'an: membacanya, menghafalnya, memahaminya, mempraktekannya, mendakwahkannya (seluruh interaksi dengannya).
  • Kalamullah > kalamul makhluk, beda Allah dan makhluknya. 
  • Allah tidak menyerupai apapun. Artinya apa? Ketika diturunkan kepada Nabi Muhammad = Allah telah menyiapkan hati Rasul lebih kuat daripada gunung. Lalu jiwamu? Jiwa yg lebih kuat daripada kejutan-kejutan di dunia. Allah tahu bahwa kita lebih kuat daripada gunung itu.
  • Tadabbur Surah At Takwir ayat 19-20 = sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ‘Arsy.  
  • Detik yang paling menakjubkan = yakni ketika Quran turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. 
  • Apa istiewanya Quran? Padahal ada zabur injil dll. Lihat 2 hal:
    • 1 = dahulu, wahyu-wahyu turun secara kontinyu. lalu bumi alami kekosongan wahyu 600 tahun lamanya. Nabi Muhammad diturunkan, itu era kosong wahyu sudah 600 tahun. Betapa saat itu bumi kacau balau. Allah turunkan wahyu untuk selamatkan manusia. Saat itulah ada peradaban Romawi, Yunani, dll. Allah memandang penduduk bumi. Lalu Allah murka kepada seluruh manusia, kecuali ada sisa sangat sedikit ahli kitab (yang taat pada wahyu sebelumnya). Disitulah istimewanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
    • 2= Sebelumnya, wahyu diperuntukkan umat tertentu, kurun waktu tertentu, tempat tertetntu, terbatas. Tauratnya Nabi Musa alaihissalaam = untuk Bani Israil, Injil untuk umatnya Nabi Isa alaihissalaam. Lalu, Quran? kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, umat hari itu, dan seterusnyaaaa,,,

===========
  • Aturan-aturan Quran menjawab seluruh tantangan kehidupan umat zaman itu hingga akhir zaman.
  • Contohnya tentang rizqi = Rizqi dari langit. maksudnya air dari langit membuat tanaman tumbuh, lalu, terjadilah rantai makanan. Itu pemahaman klasik. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. Surat Adz Dzariyat 22 = Wa minassamaai fii... (di)... min (dari). Kenapa menggunakan fii? Bukan dari? Di langitlah rizqimu. Apa maknanya? Ternyata di langit ada gelombang wifi, gelombang internet= ini maksudnya rizqimu di langit. Beli apa-apa, transaksi di langit, mengerjakan tugas pakai cloud, digaji juga pakai transfer bank, yang melibatkan langit
  • 40 tahun Nabi digembleng untuk persiapan menjalankan tugas 23 tahun.
  • Ada pembukaan = belah dada, salam batu. Hingga hidayah sampai di dada manusia. 
  • Manusia dibekali akal. Ada pencipta = bahwa alam tidak mungkin ada dengan sendirinya. pasti ada yg menciptakan. Akal manusia sudah sampai pada tahap pemikiran itu. Manusia mencari sandaran = aku harus menjalin komunikasi dgn dzat itu. Lalu, dzat itu apa? Nah, disinilah akal tidak sampai. bagaimana menjalinnya? Akal tidak sampai kesana.
  • Akhirnya banyak cara yg dilakukan. Ada yg bilang: bulan, matahari, api, dewa, nenek moyang, bintang, dll. 
  • Jadi, dzat itu apa?
  • Untuk menjawab pertanyaan di mana akal manusia belum sampaim Allah utus para rasul. Untuk memberikan info: Allah adalah dzat itu.
  • Rasul bertugas untuk menjawab ruang kosong yang belum dapat dicapai oleh akal. Maka, betapa naif orang-orang yg mendewakan akal. 
  • Maka, inilah renungan kita. "Ngga ada dakwah paling lugas = kecuali covid19." Apa maksudnya?
  • "Hei manusia, Aku ini Allah. tidak ada yang patut disembah selain Aku. Kamu mengira bahwa kamu kuat? Siapa yg bisa menebak bakal ada pandemi? Lalu bagaimanakah kondisi setelah pandemi? Survey-survey dibuat, kapan selesai pandemi? Tapi sampai sekarang pun masih pandemi. Jangan lupa. Nilai wahyu. Wahyu adalah nikmat paling besar kepada manusia. 
  • Kalian yang butuh sama Allah. Allah tidak butuh apapun dari kalian... (al ayah) 
    • Kalau manusia dan jin dikumpulkan, hati-hati mereka semua bertakwa sama Allah, tdk akan menambah kerajaan Allah.
    • Sebaliknya, bila pun hati-hati mereka semua durhaka sama Allah, itu tidak akan mengurangi kerajaan Allah.
  • Oleh karena itu, fokuslah pada pemberi rizqi. Jangan hanya fokus pada rizqi. Allah maha kaya, kerajaan tidak berkurang. Asal kamu menunaikan hak Allah.
  • Kamu siapa tanpa Quran? Semua peradaban... titik 0 km nya adalah Al Quran. Betapa sayangnya Allah ketika menurunkan Quran, sayang kalau kita memeluknya, lantas malah berpaling dari Quran.
  • "Aku heran orang hidup tanpa Quran, sebagaimana ikan hidup tanpa air."
  • Jadikan quran energi ...

TANYA JAWAB
=================

  • Melakukan sesuatu krn slain Allah = riya. Meninggalkan sesuatu krn slain Allah = syirik. Jadi jangan takut kalau tilawah di depan umum. Kecuali kalau memang kita takut mengganggu orang lain. Itu tidak masalah.
  • Kalau di rumah iman turun, di masjid/kajian iman naik. Itu manusiawi = ini pun terjadi pada para sahabat. Bahwa sahabat hanzalah berteriak bahwa dirinya munafiq = padahal munafiq itu di kerak neraka. Maksudnya di luar sana kita lagi futur nih. Nah, cara bangun motivasi internal:
    • Tingkatkan iman? seperti petani yg sabar menanam padi. Karena ia tahu hasilnya bakal seperti apa ketika panen nanti?
    • Latihan. ketataan pertama-tama ditata. 
    • Komunikasi. 
    • Berdoa kpd Allah. hati ini rapuh, milik Allah.
  • BAITUL IZZAAH = ini adalah lokasi turunnya Quran dari sisi Allah ke pos transisi ini = urutannya sama.
  • Malam Senin di bulan Ramadhan = 5 ayat pertama Al Alaq ke Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Selanjutnya = menjawab pertanyaan-pertanyaan nabi dan tantangan zaman saat itu. Inilah bukti kuat = bahwa Quran dari Allah, bukan dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
  • Urutan ayat-ayat dan surat-surat dari Allah = bersifat tauqifi, melalui jibril, 
  • Tilawah pikiran kemana? Bagaimana kiat nya?
    • 1 huruf  = 10 kebaikan.
    • utk memberi efek ke kehidupan tetap tidak bisa seperti ini. Ini tentang seberapa berkhasiat tilawah itu berubah jadi energi dalam kehidupan qt.
    • Maka, ketika tahu kandungan ayat = memudahkan ayat meresapi 
    • Jangan hanya fokus kepada kuantitas = penuhi juga kualitas.
  • Bagaimana agar jiwa kita semangat dlm menyampaikan? dalam dakwah?
    • Semakin banyak belajar semakin merasa ilmu begitu sedikit.
    • Tapi saya (ustadz Faris) punya semangat berbagi.
    • Surah Fushilat 33 = "siapa yg lebih baik drpd org yg mengajak kepada Allah?"
    • inilah bentuk kasih sayang kepada Allah. 
    • semangat utk mengajak, karena sayang kpd manusia.
    • jangan berdakwah karena kebencian.
    • Logikanya = kalau kita makan ke restoran = enak dan harganya bagus. Pasti kita akan mengajak teman-teman kita bukan? 
    • Lalu, apa yg lebih lezat daripada agama ini? maa syaa Allah.

📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
komentar | | Baca...

TFH - Setoran Tak Berhenti di Masa Pandemi, Tapi...

Penulis : rumah quran stan on Minggu, 17 Mei 2020 | 09.24.00

Minggu, 17 Mei 2020

🔰 TFH = Talaqqi From Home...
✅ sebuah aktivitas dadakan lantaran kondisi pandemik
✅ sebuah aktivitas yang bersaing sengit dengan PJJ (perkuliahan jarak jauh) - yang konon dikabarkan tugasnya lebih menumpuk daripada kuliah keumuman
✅ aktivitas ini cuma lembaga tahfidz yang punya dan menjadi sebab sah-nya hafalan untuk diinternalisasi, kemudian dimurajaah hingga maut menjemput nanti.

🔰 Sarana dan Penunjang TFH
✅ TFH gunakan sarana yang bervariasi, tergantung kemampuan santri dan musyrif. Ada yang gunakan Zoom Meeting, Whatsapp Voice maupun Video Call.
✅ Namun, rata-rata musyrif/ah menggunakan Whatsapp untuk mengakomodasi santri2 yang berasal dari dari luar Jawa., agar tetap dapat setoran (biasanya kendala jaringan internet).
✅ Musyrif/ah juga bertransformasi. Dari semula meworo-woro di lokasi RQ, menjadi meworo-woro di grup whatsapp RQ masing-masing.
✅ Pencapaian santri bervariasi. Rata-rata sekali setoran setiap pekan. Mempertimbangkan aktivitas lain di bulan Ramadhan, biasanya tilawah. Santri rata-rata memiliki kesulitan membangkitkan semangat di kampung halaman, juga tugas PJJ kampus yang menumpuk.
✅ Penunjang TFH adalah kegiatan RQ STAN yang berbumbu motivasi non-setoran. Alhamdulillah, meliputi kajian online dari Ustadz Sunarso selaku pembina dan kajian Ustadz Hasan, yang semuanya terdokumentasi di youtube RQ STAN (ditambah lagi kajian kerjasama dengan Aman Palestin): cek youtube RQ STAN.

🔰 Namun, TFH bukan berarti Mutqin (nama aplikasi)... (cek disini)
✅ Karena Mutqin hanyalah sarana untuk mendokumentasikan catatan penguji kepada santri. Bahkan di RQ STAN sendiri, Mutqin kurang terimplementasi, lantaran culture yang belum terbentuk rapi. 
✅Tapi Alhamdulillah Mutqin banyak dimanfaatkan di luar sana. Ada FHQ yang berjalan di platform virtual dengan program tahsinnya. Hm... Mungkin untuk tahsin, Mutqin lebih diperlukan karena mencatat kesalahan yang perlu diperbaiki. Kalau TFH RQ STAN kan, rata-rata sudah santri tahfidz semua, sudah ditahsin dan sudah diharapkan bacaannya lebih baik dari sebelumnya.
✅ Ada juga FHQ MBM (produk internal - santri RQ STAN di lingkungan kampus). Sebetulnya bukan FHQ, tapi lebih kepada kegiatan talaqqi online Ramadhan yang mengaktivasi platform Mutqin untuk memudahkan komunikasi dengan penyetor talaqqi. Alhamdulillah.

🔰 Eits, TFH tetap perlu dimutqinkan via aktivitas lanjutan.
✅ Belum cukup hanya menghafal, lalu setoran virtual (TFH), lalu selesai. Karena hafalan punya gaya gesek yang mengurangi gaya potensialnya (gaya untuk menjaga hafalan tersebut). Gaya gesek itu bisa maksiat, bisa lalainya kita dari ibadah, dan lain-lain. Belum lagi syetan yang suka sekali menerbitkan penyakit hati. Jadi perlu => murajaah. 
✅ Ada 10 hari terakhir Ramadhan yang epic. Diharapkan lailatul qadar diraih, salah satunya melalui aktivitas malam bersama Quran yang optimal, 
🔍 entah ngebut tilawah, 
🔍 murajaah hafalan belum lancar atas yang di-TFH-kan, hingga 
🔍 qiyamul lail plus murajaah hafalan lancar.

🔰 TFH vs ADAB   
✅ Inilah tantangan perkembangan zaman. Makin diperinstan suatu amal ibadah, terkadang makin kita menyepelekan...
🔍 Sedekah kini bisa tinggal klik saja, tinggal QR code saja, tinggal selfie, NAH, mari kita tetap liputi dengan doa agar tidak ada penyepelean. Doa itu tangan diangkat, lalu berucap: agar si penerima kelak beroleh manfaat dan berkah, kelak berbalik menjadi pendonasi (bukan lagi yang menerima donasi). Tak perlu juga foto distribusi donasi diposting, lalu dicantumin di hasil penggalangan dana, banyak fotonya, menampilkan yang sedang kesulitan, wajah kesedihan. Na'udzubillah. Inilah teknologi versus ADAB.   
🔍 Sama juga dengan TFH => Yang terjadi kini adalah: karena kemudahan tinggal klik record, atau klik meeting, lalu kita abai terhadap adab bersama musyrif. Ya Allah jangan lalaikan kami...
💌 Mengupayakan untuk tetap hadir walaupun cuman bilang: "maaf ustadz tidak ada yang nambah, saya ingin dinasehati saja sama ustadz. Agar semangat saya bangkit."
💌 Mengabarkanlah bila memang tidak bisa hadir di jadwal musyrif tersebut;
💌 Tetaplah mendoakan musyrif, walau bagaimanapun lantaran dunia saat ini serba terbalik. 
💌 Kenapa serba terbalik: Bayangkan kisah ustadz Sunarso (pembina RQ STAN) yang kuliah di STAN dulu, tinggal di sekitar Ceger, setoran hafalan di Bangka. Perjalanan 1 jam naik Metro Mini. Selama di Metro Mini menghafal+murajaah. Sampai disana setoran dan mendoakan musyrif. Pulang kembali ke STAN 1 jam lagi. Total 2 jam hanya untuk 1 kali talaqqi 😭😭😭 Musyrif tidak perlu capek-capek karena ia dihormati, maka ia didatangi.
💌 Bagaimana kita sekarang ini? Setoran tinggal klik, yang capek justru musyrif nya perlu menanyai siapa yang setoran hari ini. Inilah yang perlu direnungi. Agar virtual di masa begini, justru seharusnya makin meningkatkan adab kita. Bisa jadi adab-lah yang membuka keberkahan usaha kita, hingga seperti ustadz Sunarso kini. Padahal setiap setoran butuh 2 jam, tapi kini hasilnya: mudah murajaah, mudah bersama Quran, dan efek keberkahan dunia-akhirat lainnya.
💌 Ya Allah, jangan jadikan berkurangnya porsi adab pada diri kami, menyempitkan keberkahan Quran bagi kami. Tetapkanlah kenikmatan Quran untuk kami, jadikan kenikmatan tersebut lebih besar kami rasakan daripada rasa nikmatnya orang-orang dalam menyantap istidraj-Mu Allah. Dan JANGAN JADIKAN KAMI ORANG-ORANG YANG MENDAPATKAN ISTIDRAJ (kenikmatan semu duniawi). 😭😭😭

Inilah kenyataan TFH, semoga menjadi sarana renungan dan evaluasi bagi diri pribadi, juga bagi manajemen Rumah Quran STAN...

*ditulis dengan rasa haru dan harapan tinggi... 😢😢😢

🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan
🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan🔥 Allahummaa innaka 'afuwwun tuhibbul af'waa fa'fu 'annaa

📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
komentar | | Baca...

Beginilah Kami Menyemangati Santri (Short Reminder - Edisi Oktober 2019)

Penulis : rumah quran stan on Senin, 04 November 2019 | 00.02.00

Senin, 04 November 2019


Turnover
Dlm akuntansi ada istilah cash turnover ratio. Seberapa berputar kas keluar-masuk, dinilai dr net sales dibandingkan net capital yang dimiliki. 😁

Turnover itu perputaran. Maka kita bisa renungi:
✅ Seberapa berputarkah tilawah dari juz1-30 utk santri tahsin RQ? Idealnya 15 hari berulang (=2 juz per hari). In syaa Allah lidah akan bertahap melancar, sembari diasupi materi Tajwid dan dibarengi evaluasi bacaan diri. 
✅ Seberapa berputarkah tilawah dari juz1-30 utk santri tahfidz RQ? Idealnya 30 hari (=1 juz per hari).
✅ Seberapa berputarkah tilawah khusus hafalan utk santri tahsin dan tahfidz? Idealnya 1 juz per hari yang dikombinasi antara hafalan baru dengan hafalan lama. 

Smoga beraneka turnover tilawah tersebut mampu mendongkrak capital kita semasa di dunia (keberkahan urusan) dan di akhirat kelak (pahala besarr). 

Allahummarhamnaa bil Qur'an
Manajemen RQ STAN

==========================================================

Jenuh
Tiap kita pernah rasakan jenuh. Apalagi menjadi santri RQ. Ada yg melulu dilakukan: Tilawah. Ketemu slalu setiap hari: Talaqqi. Belum nanti kalo dah ngafal Quran: Setoran. 

Kuy slalu upgrading niat. Agar qt slalu bisa melihat sisi positifnya. 
✅ Dipakaikan Mahkota dan pakaian kemuliaan
✅ Bonus Mahkota dari cahaya utk orangtua
✅ Kedudukan di akhir ayat yg dihafal
✅ Tiap huruf bernilai 10 kebaikan
✅ Syafaat di hari kiamat
✅ Menjadi Ahlullah/keluarga Allah
✅ Sebaik-baik kalian (belajar dan mengajarkan Quran)
✅ dan masih banyak lagi😭😭😭

Maa syaa Allah betapa besarnya keutamaan ini. Smoga qt dapat menikmati bahagia nya bersama Quran. 

Allahummarhamnaa bil Qur'an

========================================================

Teralihkan
Mungkin antm pernah dengar cerita ini: seorang anak disuruh bawa keranjang berlubang, membawa air dari sungai ke gubugnya. Al hasil bukan air yang didapat tapi makin bersih keranjang tsb dan makin cantik tanaman yang tumbuh sepanjang jalan. 

Dari tujuan hati kita, ada kalanya berubah menjadi tujuan lain yang jauh lebih indah. Ini namanya teralihkan. 

Dan kita (santri RQ rahimakumullah) adalah orang-orang yang teralihkan. 

Niat kita sebetulnya ingin jadi Penghafal Quran 30 juz. Tapi kejar 3 juz setahun tentu saja harus kerja keras. Dapat atau pun tdk tujuan tsb, yg penting kita sdh bersama Quran 2-3 juz sehari. Hati kita bersih. Aamiin 😭 Qt sdh teralihkan. 

Niat kita sebetulnya ingin ngafal instan, tapi seringkali hari ini ngafal besok sdh lupa. Kita pun kerja keras untuk menjaga nya. Ternyata sdh berapa huruf kita baca lebih banyak dr biasanya. Qr teralihkan. 

Niat kita ingin jaga hafalan. Akhirnya kita tambah agenda menjadi sholat sambil murajaah, puasa biar nggak kebanyakan makan (biar pikiran tokcer), banyak berdoa agar hafalan lancar,  minta restu ortu, banyak sedekah. Ternyata aktivitas qt kaya akan agenda positif yg mendekatkan kpd Allah. Skali lagi qt teralihkan. 

Semoga kita istiqomah bersama keteralihkannya kita bersama Quran. Karena Allah lebih tahu mana yang terbaik utk kita. 

Allahummarhamnaa bil Qur'an 
Manajemen RQ STAN

=====================================================

Enterprise Architecture
Wahai kelen yg cybuk...
Tetaplah dalam kesibukan kalian, asalkan dlm kebaikan. Terbekal oleh belajar tahsin dan topping hafalan yg kalian punya, smoga krn itulah yg Allah jadikan keberkahan atas kesibukan2 kalian. 

RQ STAN takkan ganggu kesibukan berkebaikan kalian. Bahkan kamilah yg coba menyesuaikan, yg penting tilawah, tahsin dan tahfidz jalan seideal yg sdh disyaratkan asatidzat musyrif RQ STAN. 

Karena kami faham konsep enterprise architecture (coba googling klo penasaran). Dalam arsitektur besar dakwah Islam, tdk ada yg perlu saling bertubrukan. Karena 1 tujuan, sebaiknya ngeblend. Saling menunjang dan saling toleran utk prioritas agenda yang sama2 menguatkan. Tetap dalam kerangka Islam yang syamil mutakamil. Ibarat semesta yang tawazun (balance). Antum lebih faham tentang balance lah ya🤭

Untuk itu, RQ STAN tahun ini coba membuat perencanaan semesteran. Walaupun begitu, tetap kami mengharap prioritas utk agenda RQ STAN di momen2 yg sdh kita tentukan, yg tentu sebelumnya sdh sempat dikonsolidasikan. 

Yuk tilawah 2-3 juz perharinya digenjot, sbg sarana energi ruhani jg bagi qt utk berpikir kritis dan terarah terkait dakwah dan kesibukan2 tsb. 

Barakallahufiikum. 
Allahummarhamnaa bil Qur'an 
Manajemen RQ STAN

=====================================================================

Complex Problem Solving

Ketika melihat hasil searching tersebut, yang ada di pikiran saya pertama kali adalah: 
Seharusnya penghafal Quran memiliki kemampuan teratas dr kapabilitas tsb (complex problem solving). Why?

Karena qt menambah hafalan, makin lama makin banyak, makin lama makin kompleks, padahal waktu yg dimiliki tetap 24 jam sehari, makin perlu memilah hafalan (utk terus dimurajaah dan dijaga), belum lagi digenjot setoran terus, dimurajaah lagi-lagi dan lagi, belum lagi kegiatan kuliah/dakwah/lainnya yang menantang qt utk qt selesaikan semua.

Maa syaa Allah...

Barakallah utk para penghafal Quran...
Manajemen RQ STAN

=====================================================================

Selamat Hari Santri 2019
Duhai yang berdarah muda
Yang berstatus santri
Duhai yang berjiwa muda
Yang rindu masa-masa nyantri
Duhai yang bermental santri
Yang belum pernah nyantri

Yang bermujahadah tapi tetap menebar faedah
Yang berkiprah aktivis tapi tetap klimis 
Yang berdamai dengan diri, tuk menyemai kebaikan bersemi
Yang berdamai dengan hati, tuk toleransikan keberagaman, juga mendamaikan yang berselisih

Mari bekali diri dengan taqwa
Menjadi generasi penuh solusi
Mari bekali dengan pengalaman hidup penuh arti
Menyongsong negeri damai dan penuh izzah 

Selamat Hari Santri
22 Oktober 2019

Allahummarhamnaa bil Qur'an 
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'an

=====================================================================

Sibuk, Quran, dan Niat
Ada yang berupaya dekat dengan Quran, tapi hanya pas sibuk saja. Alasannya: Quran adalah energi, pembangkit ketenangan dan ketentraman hati. Alaa bidzikrillaahi tat'ma'innul quluub (Ingat, hanya dgn mengingat Allah hati menjadi tentram-Ar Ra'du 28). Apalagi ditunjang dengan hadits tentang berkumpul utk mempelajari Quran di masjid dalam kelompok. Ketenangan menjadi 1 dari 4 keutamaan yang bisa diraih. 

Lebih lanjut, ia ngarep bahwa dengan tilawah, murajaah, dan setoran nambah hafalan, Allah akan menolong dalam memenej amanah-amanahnya. Berkah Quran. Mengerjakan banyak hal dalam waktu yang sedikit. 

Namun, perlu diperhatikan dalam kerangka niat. Dikhawatirkan, ia hanya mendapatkan sebatas niat nya saja. Dikhawatirkan, Ridha Allah tdk dijadikan tumpuan. Dikhawatirkan, pahala besar yang ia harap terhijab oleh niat duniawi tersebut. 

Maka, logika nya harus diubah sedikit. 

Ya Allah, saya sibuk. Amanah nya cuma 2 (klo lbh, berarti menyalahi komitmen ya😏), tapi kok buanyak kerjaan nya ya??  Maka, saya dekat dengan Quran bukan utk itu, tapi utk mengharap Ridha Mu. Maka, saat sibuk aku akan dekat dengan Quran, saat tidak sibuk pun aku akan dekat dengan Quran. Tilawah, murajaah, juga setoran hafalan. 

So, niat yg sperti ini seharusnya membuat qt bersemangat bukan hanya di kampus saat kuliah saja, tapi juga saat liburan nanti. Liburan tdk menghalangi qt dari berinteraksi dengan Quran. 

Allahummarhamnaa bil Qur'an 
Manajemen RQ STAN

=====================================================================

Masih banyak tulisan-tulisan motivatif di edisi-edisi berikutnya.
Semoga menjadi inspirasi bagi semua.

Alhamdulillahirabbil 'aalamiin
🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan
🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan

📖 Rumah Quran STAN 📖======================
🏡 Baituna: bit.do/rumahquranstan
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
💌 gg.gg/infoDonasiRQSTAN

#RumahQuran #RumahQuranStan #RuqunStan #YukNgaji #YukDonasi
komentar | | Baca...

Mencyduk Amal Terbaek 1-10 Dzulhijjah versi RQ STAN

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 03 Agustus 2019 | 18.03.00

Sabtu, 03 Agustus 2019


Sekadar kilas balik: Quran Camp 2017 terhitung fenomenal. Santri RQ baru masuk asrama sesuai awal perkuliahan PKN STAN. Nah, kebetulan pas banget dengan 10 hari pertama Dzulhijjah 1438 H alias pekan pertama September 2017. Bagai sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui, maka di satu pekan dalam 10 hari tersebut, dua tujuan otomatis tereksekusi.
  • Pertama: Meraih keutamaan dan keagungan 10 hari awal bulan Dzulhijjah  
  • Kedua: Beradaptasi bersama Quran dengan bertilawah satu pekan sekali khatam (one day five juz). Maklum banyak santri barunya 🤭
Nah, atas izin Allah, 10 hari pertama Dzulhijjah kali ini koq pas banget sama liburan akhir semester PKN STAN. 🤦‍♂ Tentu yang jadi tantangan adalah gimana supaya walaupun libur, kita tetap bisa memaknai keagungan 10 hari tersebut, paling tidak sama atmosfernya dengan 10 hari terakhir Ramadhan. Eits... bukan apa-apa. Ulama' salaf bahkan berbeda pendapat mengenai mana yang lebih agung dan UTAMA di antara kedua momen "10" ini. 🤔

Hm... Dari grup-grup chat muslim, infografis, hingga sosial media sangat gencar lho, memberitakan keagungan 10 hari nan indah ini. Mulai dari Allah bersumpah untuk malam-malam yang 10 di surat Al-Fajr, keutamaan yang bahkan jauh lebih besar daripada jihad fii sabilillah (kecuali mati syahid karenanya), hingga anjuran tidak memotong kuku bagi pengqurban. Itu semua mewarnai medsos kita. 🙃

Nah, karena kita sudah banyak memahami keutamaannya, RQ STAN turut membagikan versi ibadah yang bisa kita optimalkan di 10 hari nan indah ini. Tentu ini bukan yang terbaik, tapi paling tidak, bisa menjadi referensi kita. Check it out, gaes... 👇👇👇👇👇

1. Khataman Tilawah Quran 30 Juz
Hehe, agar tidak rancu, sebut saja ia khataman full 30 juz. Jadi, bukan sekedar khataman baca sebagian juz 30 secara berjamaah ya. Nah, bagi yang Ramadhan lalu sanggup fight 30 hari 3 kali khatam, tentu strateginya sama, 10 hari 1 kali khatam alias 3 juz per hari. Coba dech, pembagian waktu tilawah harian ala RQ STAN ini:
  • 2 juz setiap malam (turn off all of your gadget, give your lail only for Allah), hm... kira-kira dari jam 21.00-23.00 lah ya mentok-mentoknya (Karena dari Isya' s.d. pkl 21.00 sudah family time, hehe). Atau, bisa juga dibagi lagi begini agar tidak terlalu memberatkan:
    • 1 juz di 1/3 malam pertama
    • 1 juz di 1/3 malam terakhir (nanti beririsan sama QL alias tahajud)
  • 1 juz lagi di waktu kehidupan; antara Subuh s.d. Isya' (maklum je, banyak agenda, hehe). Kalau cuma 1 juz mah, habis Subuh sekali duduk juga bisa, tapi bisa djuga dibagi per waktu sholat (20 halaman : 5 = 4 halaman. Atau bisa juga dikombinasi. Hehe, bisa lah ya...  
Kunci khataman ini adalah satu: KOMITMEN. Apakah kita bisa komitmen untuk mendayagunakan waktu-waktu duniawi kita untuk Al-Quran (untuk Allah)??? 🕺

2. Khataman Murajaah Seluruh Hafalan Qt
Setiap kita punya hafalan Qur'an. Duh, makin banyak makin seru donk, jadi makin tertantang bagaimana mengelolanya agar hafal dan siap di-call-back sewaktu-waktu. Caranya yaa, dengan murajaah alias mengulang-ulang hafalan. Tidak ada penghafal yang tidak rajin murajaah. Nah, di 10 hari nan indah ini, coba jalankan TIGA strategi canggih ini: 📈
  • Murajaah di luar shalat full-fokus: khusus untuk hafalan yang baru, sehingga perlu dibersamai terus, dimesrai terus, diulang-ulang terus, tiap jam, tiap hari, tiap pekan... Nah, kalau untuk yang ini, tentu gak bisa jauh dari mushaf Quran ya gaes.
  • Murajaah di dalam shalat: khusus hafalan baru yang sudah siap dipraktekkan (sudah naek level). Kalau pun macet, bisa lah ya sambil intip mushaf gadget yang kita kantongi di saku, wkwkwk... 
  • Murajaah di luar shalat semi-otomatis: Nah, khusus yang ini untuk hafalan yang sudah sangat mutqin, sehingga tidak perlu lagi dekat-dekat dengan mushaf. Tapi kalau pun terjadi macet, boleh juga lho buka mushaf. Cth: pas naik motor, pas jalan kaki, pas masak, pas ganti baju, pas kegiatan yang semi-otomatis bisa disambi-sambi; 
Harapannya kalo kita punya hafalan 5 juz misalnya (yang mutqin banget sampe yang suka intip-intip, semuanya termurajaah di 10 hari terbaek di bulan Dzulhijjah ini. Makin banyak murajaah, makin banyak waktu-waktu kita untuk dekat sama Qur'an... 😄

3. Menambah Hafalan Baru 
Nah, ini nih yang sulit diprediksi. Mampukah kita bagi waktu juga dengan menghafal baru? Karena ada ayat yang mudah bingit, ada juga ayat-ayat yang susah bingit. Duuh duh. Yang jelas begitu nambah baru, jangan lupa untuk di-save ke poin 2 di atas yaa, murajaah, khusus di luar sholat full-fokus. Karena kita sedang mengulang-ulang hafalan baru kita. 😌

4. Puasa
Eits, biasanya yang suka murajaah, akan suka puasa. Kenapa? Karena kita jadi gak perlu makan siang, gak perlu mikir nyari makan dimana? Gak kepikiran snack, haus, laper. Karena waktu-waktu sela kita sudah terlalu banyak mikirn Qur'an, wkwkwk. Inilah bukti: kedekatan dengan Qur'an mampu meng-empower amal ibadah lainnya. Untuk waktu puasa sendiri sih, kalo bisa 1 sampe 9 Dzulhijjah full. Tapi kalo kagak bisa, sebisa mungkin jangan ditinggalin PUASA TARWIYAH dan PUASA ARAFAH nya (8-9 Dzulhijjah). Allah sedang bag-bagi kebaikan baaanyak banget. Berupa penghapusan dosa setahun lalu dan setahun ke depan. Maa syaa Allah... 😱

5. Sholat Sunnah
Eits, sholat fardhu sudah lewat yap, khan sudah otomatis tiap adzan berangkaaaat. Yang perlu dikuatkan adalah sholat sunnah. Why? Karena yang terbiasa bersama Qur'an akan terbiasa sholat sunnah. Khan kita perlu murajaah. Murajaah terindah adalah di dalam sholat sunnah kita. Terutama QIYAMUL LAIL. Yang lainnya: sholat dhuha, sholat syuruq, sholat sunnah bakdiyah qobliyah, banyak jenisnya. Sssttt... sholat terbaek khan di rumah kecuali sholat fardhu, jadi sebaeknya sholat sunnahnya di rumah ya. Biar bisa berlama-lamaa. Nikmatin tuh hafalan hahaha... 😂

6. Sedekah
Yang sudah hafal sebagian ayat Quran seharusnya rajin sedekah. Why? Karena baaanyak sekali ayat-ayat sedekah. Yang paling dekat coba... Al-Maa'uun... Barang-barang seperti panci aja bisa disedekahin, apalagi uang kita. Lebih bermanfaat tentunya. Bisa ke siapa saja: ke pemulung yang kita lewatin, beliin pisang untuk kawan sejawat, serahin baju layak pakai ke panti asuhan, de el el...  😇

7. Qurban ato Jadi Panitia Qurban
Yang mampu berqurban, yuk berqurban. Masak kalah sama yang kurang mampu tapi bisa berqurban, banyak lho yang begitu. Nah, kalo ga mampu, kita bisa terlibat di mesjid, baik merumuskan strategi qurban, hingga dateng ke hari-H untuk bantuin panitia qurban (ijin takmir mesjid dlu yak). Yang penting, pas dateng kita gak ngarep daging qurban dari hasil jerih payah kita. Catettt... 😍


Eits, kalau dirunut, banyak lho dari daftar amal ibadah di atas yang dapet pengaruh maksimal dari kedekatan kita dengan Qur'an. Nah, jadi jangan tinggalkan Qur'an ya?

Oiya, selain 7 di atas, sejatinya masih banyak amal ibadah lainnya, seperti dzikir muthlaq (tasbih, tahmid, takbir, tahlil), ma'tsurat, termasuk istighfar dan taubat. Agar kekhilafan kita selama jalani 7 macam ibadah di atas dapat dicover dengan taubat kita setiap waktu. Smoga tidak ada ujub, jumawa, dan riya' di dalamnya. Smoga keikhlasan dalam beribadah masih dalam kendali kita. Dan tentunya: Semoga menjadi penguat di hari-hari terbaek kita karena Allah.  📖📖📖📖📖

sumber: RQ STAN
Catatan:
  • Versi amal ibadah ini menggunakan pendekatan penghafal Quran (yang sudah 30 juz maupun yang otw 30 juz, sekecil apapun otw-nya)
  • Mohon maaf, tanpa mencantumkan dalil. Semoga dapat kita telusuri dalil-dalilnya di sumber yang terpercaya.

🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan
🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan

📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
komentar | | Baca...

Tahu Susur, Tahu Petis, dan Tahu Isi Mozarella

Penulis : rumah quran stan on Minggu, 16 Juni 2019 | 00.34.00

Minggu, 16 Juni 2019


Shalat Sunnah yang diisi dengan ayat-Quran hafalan kita ibarat tahu yang ada isinya. Maka, kami perkenalkan analogi tahu susur, tahu petis, dan tahu isi mozzarella berikut ini:

***

Tahu Susur
Tahu susur itu tahu dibelah dikit lalu diisi campuran kol, taoge, dan wortel. Tak lupa permukaan luar tahunya dilapisin tepung, lantas digoreng. Warga Ceger (Tangerang Selatan) menamakannya tahu isi tetapi tidak detail isinya apa. Best practice tahu susur di area Ceger ada di penjaja gorengan gerbang komplek PJMI. Kadang jelang buka puasa Ramadhan, antriannya mengular hingga 5-10 penunggu.
Kalau pecinta gorengan ditanya mana yang lebih nikmat, tahu susur lebih unggul daripada tahu kosongan. Selain karena ada isinya, paling tidak secuil sayuran di dalamnya menjadi penetralisir micin yang terlanjur berkuasa. Dan kolesterol yang melapisinya.

Hakikat tahu kosongan dan tahu susur ini ibarat sholat sunnah yang diisi dengan bacaan Qulhu, dibanding dengan yang diisi dengan hafalan Quran update kita.

Kalau bacaan Qulhunya sambil diniatkan mendapatkan keutamaan tautan ini (https://rumaysho.com/1093-9-waktu-dianjurkan-membaca-surat-al-ikhlas.html)  tentu tak mengapa. Tapi kalau setiap sholat sunnah qulhu melulu, sepertinya kok kurang adil bagi para penghafal Quran seperti kita yang memiliki tuntutan untuk menjaga hafalan sepanjang usia.

Sejatinya, santri Quran itu beroleh kenikmatan bersama Qur'an salah satunya tatkala mengamalkan sholat sunnahnya. Di sanalah, seolah mereka sedang menghampiri hafalan-hafalan Qurannya. Yang punya hafalan juz 30 misalnya, bisa membagi An-Naba menjadi 4 lalu menghampirinya di sholat Dhuha. Lalu siangnya ada sholat qabliyah dan bakdiyah zuhur dengan An-Naziat begitu seterusnya sampai hari itu kelar sepersekian juz. Besoknya lanjut lagi hafalan juz 30 dengan surat yang lain lagi, hingga beberapa hari kemudian mereka bertemu An-Naba kembali tuk yang kedua kali, hingga kesekian kalinya, diulang-ulang tanpa bosan.

Bila dioperasikan demikian, juz 30 tentu akan setia menemani kita dan teringat slalu melalui murajaah ala tahu susur ini. Selain hafalan juz 30 kita terjaga, tentunya setiap huruf nya dapat terucap lebih banyak daripada qulhu. Harapan nya 10 kali kebaikan per huruf nya juga tercatat di rekening pahala kita lebih banyak.

So... Kuy kita isi dengan susur, tahu-tahu yang siap kita santap setiap harinya.

***

Tahu Petis

Kalau Shalat Sunnah sekenanya, sekedarnya, yang penting dua rakaat, sehingga setelah salam shalat tersebut, kita callback: "tadi setelah al fatihah, baca surat apa ya" dan jawabannya adalah LUPAAA. Maka, perlu diupgrade shalat sunnah kita, perlu diisi tahu kosongan yang toppingnya pun masih kosongan, agar nikmatnya tahu lebih berasa dan jauh dari rasa hambar.
Nah, salah satu isi tahu yang cuup popular di daerah Jawa adalah petis. Petis itu salah satu olahan isi tahu selain susur yang tampak sederhana. Ia merupakan olahan kuahnya ikan atau udang yang kandungan airnya diminimalisir menjadi sewujud pasta. Maka tinggal dulit saja ke dalam irisan tahu, sudah dinamai tahu petis. Dan tahu yang loyo itu pun tidak perlu digoreng lagi setelah dipetisi. Sederhana...

Petis itu cerminan hafalan Quran kita yang kadarnya sudah mutqin mumtaz atau paling mentok mutqin jayyid jiddan alias hafal di luar kepala. Para aktivis dakwah seharusnya memasukkan surat adh dhuha sd annas dalam kategori ini. Aneh bila surat-surat seperti ini masih perlu murajaah setiap kali hendak diperformkan menjadi imam shalat jahr.

Kalau santri Quran mah, seharusnya standar nya juz 30 masuk kategori mutqin mumtaz ini. Nah tantangan adalah bagaimana menambah cakupan mutqin mumtaz ini ke juz-juz lain selain 30.

Yaaa, begitu lah petis. Nikmat, sedap, sederhana, tidak perlu digoreng (di murajaah), dan yang jelas terjadwal agar seluruh surat yg kita hafal secara mutqin mumtaz tadi dpt secara adil dilafalkan di dalam shalat-shalat sunnah sebagai bentuk murajaah sekaligus makin menambah tabungan hurf yang dikonversikan menjadi 10x wujud kebaikan. Aamiin...

***

Tahu Isi Mozarella

Masuk ke pasar tradisional Jawa, seharusnya lebih mudah mencari petis daripada mozzarella. Berkeliling kuliner di jejalanan Semarang misalnya, jauh lebih mudah mencari penjaja tahu petis daripada tahu mozzarella. Karena petis sudah biasa, sedangkan mozzarella terdengar asing dan spesial. Biasanya kalau mozzarella jadi toppingnya ayam geprek atau martabak, harga produknya langsung melejit, jauh daripada apabila toppingnya hanya saus atau wijen. Hm... Spesial...

Maka, ibarat Mozarella ini, Shalat Sunnah menggunakan hafalan yang baru beberapa bulan dihafal, jatuhnya lebih spesial daripada hafalan mutqin mumtaz ala petis tapi itu-itu saja. Why? Karena effort untuk meraih Mozarellanya jauh lebih berat. Kadang perlu screening Mushaf terlebih dahulu sebelum shalat, kadang pas shalat hafalannya macet dan perlu berpikir keras untuk menemukan sambungan ayat. Kadang intip-intip buka Mushaf yang dikantongi di baju koko. Kadang macet total dan stop di tengah ayat kayak anak hilang, lalu tiba-tiba pindah ke Qulhu (ini tipe penghafal yang mudah menyerah dan cari aman).

Maka, demi menyempurnakan marketing tahu isi mozzarella ini, lokasi gerainya perlu dicari yang sesuai. Di sekitaran komplek elite, sewa gerai di mall atau food court, itu biasanya lebih pas daripada gerai di pinggir kali, area padat penduduk, atau malah bawah jembatan. Hm...  Seolah-olah hal ini seperti pemuliaan terhadap mozzarella. Haha.

Sama... Kita pun akan perlu menghindari lokasi shalat sunnah dengan hafalan baru ini di mesjid dan lebih memilih di rumah atau area yang jauh dari jama'ah lain. Ini semua demi kenyamanan dan keberlangsungan niat optimal, demi keutamaan shalat sunnah secara syariat (di rumah bukan di masjid), dan demi konsentrasi hafalan baru kita.

Mozarella memang spesial. Tantangan nya adalah bagaimana Mozarella ini cepat atau lambat turun kasta menjadi selevel petis, yakni ketika bacaan surat update hafalan kemarin yang tanpa screening di muka tadi, ketika shalat sunnah justru dilakukan tanpa beban, tanpa macet, tanpa kawatir loncat ke ayat lain, dan yang jelas tanpa kawatir disahutin jama'ah (yang biasanya langsung bikin keder). Itu artinya, kita perlu membuat Mozarella-mozarella baru (alias hafalan-hafalan baru lagi).

Karena sejati nya kita penghafal Quran itu pengennya adil sama ayat-ayat Qur'an, bersemangat meraih keutamaan menjadi keluarga Allah, bertekad slalu murajaah sampai maut menjemput. Maka, perlu juga kita bikin level dalam Shalat Sunnah. Ada yang sekaliber petis, ada yang serumit Mozarella. Ada pula yang dulunya mozzarella, lalu berubah level menjadi petis. Ada pula mozzarella yang baru lagi. Hehe...

🔥 Semoga bermanfaat
🔥 Allahummarhmanaa bil Qur'aan

🔥 Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan

📖 Rumah Quran STAN 📖
======================
👥 Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
📷 IG : stanruqun_
komentar | | Baca...
 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |