Tampilkan postingan dengan label Taujih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taujih. Tampilkan semua postingan

Kilas Balik Diturunkannya Quran | Ustadz Faris BQ, Lc. MA.

Penulis : rumah quran stan on Jumat, 16 Oktober 2020 | 07.02.00

Jumat, 16 Oktober 2020


Link Youtube Kajian => klik disini 

Zoom RQ STAN, 4 Oktober 2020

Kajian kali ini unik. Santri diminta gabung/join setengah jam sebelum acara seharusnya dimulai. Alasannya sederhana: manajemen telah men-share ID meeting Zoom dan password ke grup komunitas Quran dan alumni RQ, agar mereka dapat join kajian. Namun, realitanya, partisipan Zoom RQ saat kajian mentok di angka 68 :D

Beberapa pengumuman juga disampaikan sebelum kajian berlangsung, di antaranya:

  1. Periksa Adab = Agar dalam mengikuti kajian walaupun virtual, tata adab berpakaian santri sama seperti ketika kajian offline;
  2. Pengumuman lomba kajian Adab = catatan terlengkap ada 2 pemenang. 
  3. Bahwa RQ Virtual berpotensi menghadirkan data-data analytic yg dlu belum pernah dimining di RQ STAN. Salah satunya efektivitas pembelajaran di RQ. Diharapkan evaluasi online bisa dimaksimalkan, yakni di 1 BULAN PERTAMA RQ STAN Virtual.
  4. Pengumuman lomba banyak-banyakan like filosofi RQ virtual, dengan pemenang RQ Hafshah 121 likes.
  5. Knowledge Folder RQ STAN: s.id/rqsemangat berisi komitmen awal, agar kita bisa merecallback semangat Quran kita. Selain itu, dokumentasi kajian/pembelajaran dan lain-lain dapat diarsipkan di folder cloud tersebut.
  6. Lomba catatan kajian berikutnya dengan ketentuan:
    • membuat resume dan menetukan frame terbaik yang dikaitkan dengan kehidupan pribadi (wisdom) dibingkai dgn desain menarik, diposting sebagai FIT Instagram, dengan men-TAG IG stanruqun_
    • kebetulan kajian sejarah, pasti ada frame menarik yang bisa kita jadikan patokan kehidupan kita.
    • tersedia 3 pemenang dengan like terbanyak. 

Starting KHANSA - Khajian Insidental 

Kajian dipandu oleh MC Kukuh Said Musa, Mahasiswa lulus PKN STAN 2020 yang 14 Oktober lalu diwisuda. Diawali dengan lantunan tasmi' surah An Nabaa' dari akh Faishal Ibrahim (keduanya dari RQ Fatahillah), kegiatan diharapkan menjadi lebih berkah. Ustadz Faris BQ bi idznillah masuk tepat sebelum pukul 20.15, sehingga ustadz langsung dapat memulai kajian.

Berikut intisari penuh makna dari kajian beliau:
  • Ust. Faris di 2006-2007 pernah menjadi pengampu materi pengantar ilmu hadits Ma'had MBM (Kampus STAN). Maa syaa Allah, beliau rindu masa-masa itu. Masa di mana belum banyak remaja muslim yang melek dakwah seperti sekarang, tapi sudah ada kalangan-kalangan itu di STAN. Semoga Allah pertemukan kami di syurga Allah untuk berreuni kembali.
  • Start sejarah Quran bukan ketika Quran diturunkan, tetapi ketika Allah mempersiapkan seorang rasul demi menerima wahyu yang merupakan mukjizat itu.
  • Di usia 3,5 tahun, Nabi dibelah dadanya, sebuah peristiwa yang tidak diterima nalar. Ini merupakan IRHAS, yakni kejadian diluar nalar sebelum diangkat nabi
  • Selain itu, ada juga ru'yah ash shodiqoh = mimpi yg benar. yang mirip dan persis kejadian yang akan terjadi nantinya. ini terjadi 6 bulan sebelum Rasul terima wahyu. Allah membiasakan dengan hal-hal yang mirip dengan wahyu.
  • Mimpi yg benar adalah bagian 1/46 bagian wahyu. Bahwa bohong terkait mimpi itu dosanya lebih besar daripada bohong biasa. Nah, 6 bulan = 1/2 tahun dr 23 tahun = 1/46, sebuah keajaiban pesan Nabi kala itu.
  • Salaamun hajar = yakni batu-batu di sekitar Makkah yang mengucapkan salam kepada Nabi. "Aku tahu letak batu-batu di mekkah, krn mereka mengucapkan salam ketika aku belum menjadi nabi."
  • Agar apa kejadian itu semua? Agar nabi tidak terbebani ketika sudah tibanya wahyu.
  • RENUNGAN: Kalau Quran turun kepada GUNUNG = maka gunung akan hancur berkeping-keping. Maa syaa Allah. Betapa LEBIH KUATNYA kita dari gunung, ketika kita mau bertahan bersama Quran, mengambil amanah untuk slalu membersamai Qur'an: membacanya, menghafalnya, memahaminya, mempraktekannya, mendakwahkannya (seluruh interaksi dengannya).
  • Kalamullah > kalamul makhluk, beda Allah dan makhluknya. 
  • Allah tidak menyerupai apapun. Artinya apa? Ketika diturunkan kepada Nabi Muhammad = Allah telah menyiapkan hati Rasul lebih kuat daripada gunung. Lalu jiwamu? Jiwa yg lebih kuat daripada kejutan-kejutan di dunia. Allah tahu bahwa kita lebih kuat daripada gunung itu.
  • Tadabbur Surah At Takwir ayat 19-20 = sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ‘Arsy.  
  • Detik yang paling menakjubkan = yakni ketika Quran turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. 
  • Apa istiewanya Quran? Padahal ada zabur injil dll. Lihat 2 hal:
    • 1 = dahulu, wahyu-wahyu turun secara kontinyu. lalu bumi alami kekosongan wahyu 600 tahun lamanya. Nabi Muhammad diturunkan, itu era kosong wahyu sudah 600 tahun. Betapa saat itu bumi kacau balau. Allah turunkan wahyu untuk selamatkan manusia. Saat itulah ada peradaban Romawi, Yunani, dll. Allah memandang penduduk bumi. Lalu Allah murka kepada seluruh manusia, kecuali ada sisa sangat sedikit ahli kitab (yang taat pada wahyu sebelumnya). Disitulah istimewanya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
    • 2= Sebelumnya, wahyu diperuntukkan umat tertentu, kurun waktu tertentu, tempat tertetntu, terbatas. Tauratnya Nabi Musa alaihissalaam = untuk Bani Israil, Injil untuk umatnya Nabi Isa alaihissalaam. Lalu, Quran? kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, umat hari itu, dan seterusnyaaaa,,,

===========
  • Aturan-aturan Quran menjawab seluruh tantangan kehidupan umat zaman itu hingga akhir zaman.
  • Contohnya tentang rizqi = Rizqi dari langit. maksudnya air dari langit membuat tanaman tumbuh, lalu, terjadilah rantai makanan. Itu pemahaman klasik. Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu. Surat Adz Dzariyat 22 = Wa minassamaai fii... (di)... min (dari). Kenapa menggunakan fii? Bukan dari? Di langitlah rizqimu. Apa maknanya? Ternyata di langit ada gelombang wifi, gelombang internet= ini maksudnya rizqimu di langit. Beli apa-apa, transaksi di langit, mengerjakan tugas pakai cloud, digaji juga pakai transfer bank, yang melibatkan langit
  • 40 tahun Nabi digembleng untuk persiapan menjalankan tugas 23 tahun.
  • Ada pembukaan = belah dada, salam batu. Hingga hidayah sampai di dada manusia. 
  • Manusia dibekali akal. Ada pencipta = bahwa alam tidak mungkin ada dengan sendirinya. pasti ada yg menciptakan. Akal manusia sudah sampai pada tahap pemikiran itu. Manusia mencari sandaran = aku harus menjalin komunikasi dgn dzat itu. Lalu, dzat itu apa? Nah, disinilah akal tidak sampai. bagaimana menjalinnya? Akal tidak sampai kesana.
  • Akhirnya banyak cara yg dilakukan. Ada yg bilang: bulan, matahari, api, dewa, nenek moyang, bintang, dll. 
  • Jadi, dzat itu apa?
  • Untuk menjawab pertanyaan di mana akal manusia belum sampaim Allah utus para rasul. Untuk memberikan info: Allah adalah dzat itu.
  • Rasul bertugas untuk menjawab ruang kosong yang belum dapat dicapai oleh akal. Maka, betapa naif orang-orang yg mendewakan akal. 
  • Maka, inilah renungan kita. "Ngga ada dakwah paling lugas = kecuali covid19." Apa maksudnya?
  • "Hei manusia, Aku ini Allah. tidak ada yang patut disembah selain Aku. Kamu mengira bahwa kamu kuat? Siapa yg bisa menebak bakal ada pandemi? Lalu bagaimanakah kondisi setelah pandemi? Survey-survey dibuat, kapan selesai pandemi? Tapi sampai sekarang pun masih pandemi. Jangan lupa. Nilai wahyu. Wahyu adalah nikmat paling besar kepada manusia. 
  • Kalian yang butuh sama Allah. Allah tidak butuh apapun dari kalian... (al ayah) 
    • Kalau manusia dan jin dikumpulkan, hati-hati mereka semua bertakwa sama Allah, tdk akan menambah kerajaan Allah.
    • Sebaliknya, bila pun hati-hati mereka semua durhaka sama Allah, itu tidak akan mengurangi kerajaan Allah.
  • Oleh karena itu, fokuslah pada pemberi rizqi. Jangan hanya fokus pada rizqi. Allah maha kaya, kerajaan tidak berkurang. Asal kamu menunaikan hak Allah.
  • Kamu siapa tanpa Quran? Semua peradaban... titik 0 km nya adalah Al Quran. Betapa sayangnya Allah ketika menurunkan Quran, sayang kalau kita memeluknya, lantas malah berpaling dari Quran.
  • "Aku heran orang hidup tanpa Quran, sebagaimana ikan hidup tanpa air."
  • Jadikan quran energi ...

TANYA JAWAB
=================

  • Melakukan sesuatu krn slain Allah = riya. Meninggalkan sesuatu krn slain Allah = syirik. Jadi jangan takut kalau tilawah di depan umum. Kecuali kalau memang kita takut mengganggu orang lain. Itu tidak masalah.
  • Kalau di rumah iman turun, di masjid/kajian iman naik. Itu manusiawi = ini pun terjadi pada para sahabat. Bahwa sahabat hanzalah berteriak bahwa dirinya munafiq = padahal munafiq itu di kerak neraka. Maksudnya di luar sana kita lagi futur nih. Nah, cara bangun motivasi internal:
    • Tingkatkan iman? seperti petani yg sabar menanam padi. Karena ia tahu hasilnya bakal seperti apa ketika panen nanti?
    • Latihan. ketataan pertama-tama ditata. 
    • Komunikasi. 
    • Berdoa kpd Allah. hati ini rapuh, milik Allah.
  • BAITUL IZZAAH = ini adalah lokasi turunnya Quran dari sisi Allah ke pos transisi ini = urutannya sama.
  • Malam Senin di bulan Ramadhan = 5 ayat pertama Al Alaq ke Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Selanjutnya = menjawab pertanyaan-pertanyaan nabi dan tantangan zaman saat itu. Inilah bukti kuat = bahwa Quran dari Allah, bukan dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
  • Urutan ayat-ayat dan surat-surat dari Allah = bersifat tauqifi, melalui jibril, 
  • Tilawah pikiran kemana? Bagaimana kiat nya?
    • 1 huruf  = 10 kebaikan.
    • utk memberi efek ke kehidupan tetap tidak bisa seperti ini. Ini tentang seberapa berkhasiat tilawah itu berubah jadi energi dalam kehidupan qt.
    • Maka, ketika tahu kandungan ayat = memudahkan ayat meresapi 
    • Jangan hanya fokus kepada kuantitas = penuhi juga kualitas.
  • Bagaimana agar jiwa kita semangat dlm menyampaikan? dalam dakwah?
    • Semakin banyak belajar semakin merasa ilmu begitu sedikit.
    • Tapi saya (ustadz Faris) punya semangat berbagi.
    • Surah Fushilat 33 = "siapa yg lebih baik drpd org yg mengajak kepada Allah?"
    • inilah bentuk kasih sayang kepada Allah. 
    • semangat utk mengajak, karena sayang kpd manusia.
    • jangan berdakwah karena kebencian.
    • Logikanya = kalau kita makan ke restoran = enak dan harganya bagus. Pasti kita akan mengajak teman-teman kita bukan? 
    • Lalu, apa yg lebih lezat daripada agama ini? maa syaa Allah.

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
🎞️ Youtube: bit.ly/youtubeRQ
komentar | | Baca...

TFH - Setoran Tak Berhenti di Masa Pandemi, Tapi...

Penulis : rumah quran stan on Minggu, 17 Mei 2020 | 09.24.00

Minggu, 17 Mei 2020

πŸ”° TFH = Talaqqi From Home...
✅ sebuah aktivitas dadakan lantaran kondisi pandemik
✅ sebuah aktivitas yang bersaing sengit dengan PJJ (perkuliahan jarak jauh) - yang konon dikabarkan tugasnya lebih menumpuk daripada kuliah keumuman
✅ aktivitas ini cuma lembaga tahfidz yang punya dan menjadi sebab sah-nya hafalan untuk diinternalisasi, kemudian dimurajaah hingga maut menjemput nanti.

πŸ”° Sarana dan Penunjang TFH
✅ TFH gunakan sarana yang bervariasi, tergantung kemampuan santri dan musyrif. Ada yang gunakan Zoom Meeting, Whatsapp Voice maupun Video Call.
✅ Namun, rata-rata musyrif/ah menggunakan Whatsapp untuk mengakomodasi santri2 yang berasal dari dari luar Jawa., agar tetap dapat setoran (biasanya kendala jaringan internet).
✅ Musyrif/ah juga bertransformasi. Dari semula meworo-woro di lokasi RQ, menjadi meworo-woro di grup whatsapp RQ masing-masing.
✅ Pencapaian santri bervariasi. Rata-rata sekali setoran setiap pekan. Mempertimbangkan aktivitas lain di bulan Ramadhan, biasanya tilawah. Santri rata-rata memiliki kesulitan membangkitkan semangat di kampung halaman, juga tugas PJJ kampus yang menumpuk.
✅ Penunjang TFH adalah kegiatan RQ STAN yang berbumbu motivasi non-setoran. Alhamdulillah, meliputi kajian online dari Ustadz Sunarso selaku pembina dan kajian Ustadz Hasan, yang semuanya terdokumentasi di youtube RQ STAN (ditambah lagi kajian kerjasama dengan Aman Palestin): cek youtube RQ STAN.

πŸ”° Namun, TFH bukan berarti Mutqin (nama aplikasi)... (cek disini)
✅ Karena Mutqin hanyalah sarana untuk mendokumentasikan catatan penguji kepada santri. Bahkan di RQ STAN sendiri, Mutqin kurang terimplementasi, lantaran culture yang belum terbentuk rapi. 
✅Tapi Alhamdulillah Mutqin banyak dimanfaatkan di luar sana. Ada FHQ yang berjalan di platform virtual dengan program tahsinnya. Hm... Mungkin untuk tahsin, Mutqin lebih diperlukan karena mencatat kesalahan yang perlu diperbaiki. Kalau TFH RQ STAN kan, rata-rata sudah santri tahfidz semua, sudah ditahsin dan sudah diharapkan bacaannya lebih baik dari sebelumnya.
✅ Ada juga FHQ MBM (produk internal - santri RQ STAN di lingkungan kampus). Sebetulnya bukan FHQ, tapi lebih kepada kegiatan talaqqi online Ramadhan yang mengaktivasi platform Mutqin untuk memudahkan komunikasi dengan penyetor talaqqi. Alhamdulillah.

πŸ”° Eits, TFH tetap perlu dimutqinkan via aktivitas lanjutan.
✅ Belum cukup hanya menghafal, lalu setoran virtual (TFH), lalu selesai. Karena hafalan punya gaya gesek yang mengurangi gaya potensialnya (gaya untuk menjaga hafalan tersebut). Gaya gesek itu bisa maksiat, bisa lalainya kita dari ibadah, dan lain-lain. Belum lagi syetan yang suka sekali menerbitkan penyakit hati. Jadi perlu => murajaah. 
✅ Ada 10 hari terakhir Ramadhan yang epic. Diharapkan lailatul qadar diraih, salah satunya melalui aktivitas malam bersama Quran yang optimal, 
πŸ” entah ngebut tilawah, 
πŸ” murajaah hafalan belum lancar atas yang di-TFH-kan, hingga 
πŸ” qiyamul lail plus murajaah hafalan lancar.

πŸ”° TFH vs ADAB   
✅ Inilah tantangan perkembangan zaman. Makin diperinstan suatu amal ibadah, terkadang makin kita menyepelekan...
πŸ” Sedekah kini bisa tinggal klik saja, tinggal QR code saja, tinggal selfie, NAH, mari kita tetap liputi dengan doa agar tidak ada penyepelean. Doa itu tangan diangkat, lalu berucap: agar si penerima kelak beroleh manfaat dan berkah, kelak berbalik menjadi pendonasi (bukan lagi yang menerima donasi). Tak perlu juga foto distribusi donasi diposting, lalu dicantumin di hasil penggalangan dana, banyak fotonya, menampilkan yang sedang kesulitan, wajah kesedihan. Na'udzubillah. Inilah teknologi versus ADAB.   
πŸ” Sama juga dengan TFH => Yang terjadi kini adalah: karena kemudahan tinggal klik record, atau klik meeting, lalu kita abai terhadap adab bersama musyrif. Ya Allah jangan lalaikan kami...
πŸ’Œ Mengupayakan untuk tetap hadir walaupun cuman bilang: "maaf ustadz tidak ada yang nambah, saya ingin dinasehati saja sama ustadz. Agar semangat saya bangkit."
πŸ’Œ Mengabarkanlah bila memang tidak bisa hadir di jadwal musyrif tersebut;
πŸ’Œ Tetaplah mendoakan musyrif, walau bagaimanapun lantaran dunia saat ini serba terbalik. 
πŸ’Œ Kenapa serba terbalik: Bayangkan kisah ustadz Sunarso (pembina RQ STAN) yang kuliah di STAN dulu, tinggal di sekitar Ceger, setoran hafalan di Bangka. Perjalanan 1 jam naik Metro Mini. Selama di Metro Mini menghafal+murajaah. Sampai disana setoran dan mendoakan musyrif. Pulang kembali ke STAN 1 jam lagi. Total 2 jam hanya untuk 1 kali talaqqi πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­ Musyrif tidak perlu capek-capek karena ia dihormati, maka ia didatangi.
πŸ’Œ Bagaimana kita sekarang ini? Setoran tinggal klik, yang capek justru musyrif nya perlu menanyai siapa yang setoran hari ini. Inilah yang perlu direnungi. Agar virtual di masa begini, justru seharusnya makin meningkatkan adab kita. Bisa jadi adab-lah yang membuka keberkahan usaha kita, hingga seperti ustadz Sunarso kini. Padahal setiap setoran butuh 2 jam, tapi kini hasilnya: mudah murajaah, mudah bersama Quran, dan efek keberkahan dunia-akhirat lainnya.
πŸ’Œ Ya Allah, jangan jadikan berkurangnya porsi adab pada diri kami, menyempitkan keberkahan Quran bagi kami. Tetapkanlah kenikmatan Quran untuk kami, jadikan kenikmatan tersebut lebih besar kami rasakan daripada rasa nikmatnya orang-orang dalam menyantap istidraj-Mu Allah. Dan JANGAN JADIKAN KAMI ORANG-ORANG YANG MENDAPATKAN ISTIDRAJ (kenikmatan semu duniawi). 😭😭😭

Inilah kenyataan TFH, semoga menjadi sarana renungan dan evaluasi bagi diri pribadi, juga bagi manajemen Rumah Quran STAN...

*ditulis dengan rasa haru dan harapan tinggi... πŸ˜’😒😒

πŸ”₯ Allahummarhmanaa bil Qur'aan
πŸ”₯ Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aanπŸ”₯ Allahummaa innaka 'afuwwun tuhibbul af'waa fa'fu 'annaa

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
komentar | | Baca...

Bagaimana Teknik Menghafal Quran ala Mesin Kecerdasan STIFIN

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 22 Februari 2020 | 06.50.00

Sabtu, 22 Februari 2020


Tulisan ini sengaja dibuat setelah menyaksamai (dan mentadaburi) buku Era Genetik yang ditulis oleh 15 penggagas Era Genetika dan dipengantari oleh Farid Poniman, penemu konsep STIFIn.

Dari konsep ini, kita perlu menyadari: cara kita menghafal, bergantung pada tipe STIFIn mana diri kita termasuk di dalamnya? Karena STIFIn itu kepanjangan dari 5 tipe tersebut: SENSING, THINKING, INTUITING, FEELING, dan INSTING.

komentar | | Baca...

Kenapa Sih Kita Menghafal Quran? (+Action Learning Tahfidz Camp)

Penulis : rumah quran stan on Senin, 30 Desember 2019 | 21.59.00

Senin, 30 Desember 2019


4 hari ziyadah 1 juz tidak akan bisa berhasil tanpa didukung skema pascakegiatan yang powerful dan optimistis. Kenapa powerful? Karena kegiatan yang fokus dan tertata tersebut dapat menjaga hafalan yang sudah disetorkan secara sporadis selama tahfidz camp. Kenapa optimistis? Karena ia akan menjaga hati dari baper, ketika kegiatan powerful itu sudah dilakukan ternyata hafalan belum juga kuat. Disinilah butuhnya kesabaran dalam menjaga hafalan. Jangan mudah menyerah untuk terus mengulang, mengulang, dan mengulang hafalan.

Sebegitu pentingnya kegiatan penutupan tahfidz camp, demi terciptanya action learning peserta yang tidak berhenti hanya sampai di penutupan ini saja, maka diperlukan motivasi yang kuat. Alhamdulillah founder motivasingle, BarbeQu, sekaligus Qori' Ammar TV, Ustadz Rizal Wahid, berkenan hadir dan memotivasi kami semua.


KENAPA Kita Harus Menghafal Quran?
Sering kita mendengar pertanyaan dasar "bagaimana" semisal "bagaimana sih, caramu menghafal Quran? Bagaimana sih caramu menghilangkan baper ketika menghafal? Bagaimana sih tips menghafal cepat? Bagaimana sih agar 10 menit bisa dapet 1 halaman hafalan?"

Kita terjebak dengan pertanyaan "bagaimana". Padahal, bagaimana itu cocok-cocokan, bagaimana itu cara, bagaimana itu teknis. Ibarat dari rumah ke masjid, kita bisa melewati jalan manapun, dengan mengendarai apapun, yang cocok dengan kita, yang nyaman dan mampu menjaga semangat kita. Lalu, kalau bagaimana itu teknis, apa pertanyaan konsepnya agar kita semangat menghafal Quran.

KENAPA...
Ya, kenapa ini pertanyaan pondasi, konsep dalam melakukan sesuatu. Bila tidak punya alasan kenapa, kita tak mungkin melakukannya. Kenapa kok walau jauh bagaimana pun lokasinya, kita tetap datang ke masjid? Karena Allah mengiming-imingi pahala besar. Yang menjadi penguat itu bukan cara hadirnya tapi alasan kenapa harus hadir. Begitu pula dengan menghafal: semakin banyak alasan kenapa kita harus menghafal Quran, semakin kokoh kita dalam mendawamkan dan menjaga hafalan itu. 

Maka, jawaban dari pertanyaan kenapa ini, sedikitnya ada 3 konsep utama:

1. Quran merupakan sumber keberkahan. Yang dicari dalam hidup ini: ketenangan hati.

πŸ”°Berkah : ziyadatul khoir (kebaikannya bertambah)
πŸ”°Al an'am 155 : kitab Al-Qur'an diturunkan dengan penuh berkah
πŸ”° harta, ketenaran, banyaknya dunia, tidak menjamin keberkahan seseorang

2. Yang berhubungan dengan Quran, pasti mulia di sisi Allah. Kalau sudah mulia di sisi Allah, maka dia akan mulia di hadapan manusia. 

πŸ”° malaikat jibril adalah malaikat paling mulia
πŸ”° nabi muhammad saw adalah nabi paling mulia
πŸ”° bulan ramadhan adalah bulan paling mulia
πŸ”° malam lailatul qadr adalah malam paling mulia
πŸ”° kemuliaan mereka bahkan dihormati oleh manusia, ex nabi muhammad berada di posisi pertama di dalam buku 100 orang paling berpengaruh di dunia karangan non-muslim. 

3. Interaksi apapun bersama Quran bernilai kebaikan

πŸ”° 1 huruf = 1 kebaikan x 10
πŸ”° quran sbg penolong/pemberi syafaat di hari kiamat bagi siapa yang membacanya
πŸ”° diberikan ketenangan, (sakinah), dicurahkan rahmat, dikelilingi malaikat, dan disebut-sebut namanya oleh Allah di hadapan penduduk langit.
πŸ”° orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Quran merupakan sebaik-baik manusia




Dalam surat Fathir ayat 32: "Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar."

Ayat tersebut membuktikan pentingnya menjaga hafalan dengan menjaga akhlak. Golongan orang dengan hafalan Quran dibagi menjadi 3:
πŸ”° hafalan tidak dijaga = dzolimul linafsihi = akhlak tdk sesuai dgn akhlak quran, hafalan tdk berkah karena tdk membuat dirinya berubah.
πŸ”° muqtasid = pertengahan = kadang akhlak sesuai, kadang tidak.
πŸ”° perbuatan baik biidznillah (krn memang allah yg menolong utk berbuat baik) yakni berupa sabiqun bil khairat (orang-orang yang berlomba dalam kebaikan).

πŸ”° Catatan penting:
✅ Fungsi umum Tilawah = membantu menjaga hafalan (kalau sudah hafal)
✅ Murajaah bin nadzor = tilawah = membantu melancarkan bacaan (kalau belum hafal)
✅ Murajaah bil ghaib = tanpa buka mushaf = membantu menjaga hafalan
✅ Adzab kubur = org2 yg sengaja melupakan hafalan.
✅Di antara orang yang banyak munafiknya = kelompok penghafal quran, tapi akhlaknya tidak mencerminkan akhlak penghafal quran.  πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­
✅ Talbis iblis (jebakan iblis) = jika tdk bs mengeluarkan dr islam, ia akan menjauhkan dr nilai2 islam.
✅ Iblis umurnya jutaan tahun = sdh berpengalaman, sehingga tau kelemahan manusia
✅ Jangan sampai hafalan tidak merubah sikap kita untuk menjadi lebih baik
✅ Ahlul Quran adalah kelompok orang yg menjadi keluarga allah, dimuliakan secara khusus
✅ Tips agar hafalan terjaga = cek surat Al Muzzammil
  • ✅ Penghafal quran itu bangun malam, ½ atau 1/3 nya, membaca quran secara tartil. 
  • ✅ Tsaqila = qaulan tsaqila (muzzammil) / yauman tsaqila (al insan) = Yang siap-siap menjumpai hari-hari yang berat, harus rajin baca ayat-ayat yang berat.


πŸ”°⚠ πŸ”°⚠ πŸ”°⚠ πŸ”°⚠ πŸ”°⚠ πŸ”°⚠ πŸ”°⚠ πŸ”° 

Setelah kajian selesai, peserta Tahfidz Camp diminta melengkapi form evaluasi sekaligus action learning apa yang akan dilakukan meliputi: tilawah, murajaah, dan menambah hafalan kembali. Ke-3 agenda tersebut perlu ada siklusnya. 


Setiap kita sudah memiliki siklus ibadah: 
⚠ dari mulai syahadat yang diulang-ulang dalam shalat, 
⚠ shalat itu sendiri, dari yang wajib 5 kali sehari, dhuha tiap hari, QL mungkin sepekan sekali, hingga gerhana yang ada siklusnya (hingga puluhan tahunan),
⚠ zakat saja ada, menyesuaikan haul (ketercapaian waktu untuk pembayaran zakat), bila perlu sedekah-sedekah juga bisa dijadwal tersiklus
⚠ Puasa seperti ramadhan setahun sekali, ayyamul bidh (3 kali sebulan) sebaiknya dirutinkan, atau lebih rutin lagi senin-kamis hingga puasa dawud
⚠ Hanya haji yang boleh jadi tidak rutin, hanya yang mampu saja yang bisa melakukannya minimal sekali seumur hidup

Dari siklus ibadah tersebut, ahlul Quran wa ahlullah sewajarnya memiliki 3 agenda utama bersama Quran, berikut ini:
✅ TILAWAH: santri RQ 2-3 juz per hari, sehingga khatam 10-15 hari sekali, diulang-ulang terus jangan sampai jenuh (shalat aja gak jenuh khan). Karena makin sering, makin akrab, makin mudah dihafal (utk ayat-ayat yang belum hafal), makin berimplikasi pada menjaga hafalan (utk ayat-ayat yang sudah hafal).
✅ MURAJAAH: santri RQ semisal punya hafalan 1 juz, maka 2-4 pekan sekali harus full dimurajaah bil ghaib (misal dalam shalat sunnah/sambil melakukan aktivitas semiotomatis). 2-4 pekan itu berarti setiap hari rata-rata 2 halaman murajaah. Kalau 5 juz tinggal dikali 5 = 10 halaman per hari, begitu seterusnya. Murajaah tidak boleh berhenti. Ia adalah indikator lancarnya hafalan kita.
✅ ZIYADAH: inilah agenda santri RQ yang berbeda-beda. Ada yang disesuaikan dengan aktivitasnya, bisa 2 halaman sehari, ada yang 1 halaman, ada yang hanya 1/2 halaman. 

Action Learning ini penting...
Agar habis tahfidz camp, kita tidak membiarkan hafalan kita tenggelam oleh aktivitas duniawi yang kembali merajai waktu-waktu kita. Harus ada sedikit waktu yang difokuskan untuk terus menjaga hafalan kita.

Allahummarhamnaa bil Qur’aan
Allahummaj’alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur’aan.

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–
======================
🏑 Baituna: bit.do/rumahquranstan
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
πŸ’Œ gg.gg/infoDonasiRQSTAN

#RumahQuran #RumahQuranStan #RuqunStan #YukNgaji #YukDonasi


komentar | | Baca...

Beginilah Kami Menyemangati Santri (Short Reminder - Edisi Oktober 2019)

Penulis : rumah quran stan on Senin, 04 November 2019 | 00.02.00

Senin, 04 November 2019


Turnover
Dlm akuntansi ada istilah cash turnover ratio. Seberapa berputar kas keluar-masuk, dinilai dr net sales dibandingkan net capital yang dimiliki. 😁

Turnover itu perputaran. Maka kita bisa renungi:
✅ Seberapa berputarkah tilawah dari juz1-30 utk santri tahsin RQ? Idealnya 15 hari berulang (=2 juz per hari). In syaa Allah lidah akan bertahap melancar, sembari diasupi materi Tajwid dan dibarengi evaluasi bacaan diri. 
✅ Seberapa berputarkah tilawah dari juz1-30 utk santri tahfidz RQ? Idealnya 30 hari (=1 juz per hari).
✅ Seberapa berputarkah tilawah khusus hafalan utk santri tahsin dan tahfidz? Idealnya 1 juz per hari yang dikombinasi antara hafalan baru dengan hafalan lama. 

Smoga beraneka turnover tilawah tersebut mampu mendongkrak capital kita semasa di dunia (keberkahan urusan) dan di akhirat kelak (pahala besarr). 

Allahummarhamnaa bil Qur'an
Manajemen RQ STAN

==========================================================

Jenuh
Tiap kita pernah rasakan jenuh. Apalagi menjadi santri RQ. Ada yg melulu dilakukan: Tilawah. Ketemu slalu setiap hari: Talaqqi. Belum nanti kalo dah ngafal Quran: Setoran. 

Kuy slalu upgrading niat. Agar qt slalu bisa melihat sisi positifnya. 
✅ Dipakaikan Mahkota dan pakaian kemuliaan
✅ Bonus Mahkota dari cahaya utk orangtua
✅ Kedudukan di akhir ayat yg dihafal
✅ Tiap huruf bernilai 10 kebaikan
✅ Syafaat di hari kiamat
✅ Menjadi Ahlullah/keluarga Allah
✅ Sebaik-baik kalian (belajar dan mengajarkan Quran)
✅ dan masih banyak lagi😭😭😭

Maa syaa Allah betapa besarnya keutamaan ini. Smoga qt dapat menikmati bahagia nya bersama Quran. 

Allahummarhamnaa bil Qur'an

========================================================

Teralihkan
Mungkin antm pernah dengar cerita ini: seorang anak disuruh bawa keranjang berlubang, membawa air dari sungai ke gubugnya. Al hasil bukan air yang didapat tapi makin bersih keranjang tsb dan makin cantik tanaman yang tumbuh sepanjang jalan. 

Dari tujuan hati kita, ada kalanya berubah menjadi tujuan lain yang jauh lebih indah. Ini namanya teralihkan. 

Dan kita (santri RQ rahimakumullah) adalah orang-orang yang teralihkan. 

Niat kita sebetulnya ingin jadi Penghafal Quran 30 juz. Tapi kejar 3 juz setahun tentu saja harus kerja keras. Dapat atau pun tdk tujuan tsb, yg penting kita sdh bersama Quran 2-3 juz sehari. Hati kita bersih. Aamiin 😭 Qt sdh teralihkan. 

Niat kita sebetulnya ingin ngafal instan, tapi seringkali hari ini ngafal besok sdh lupa. Kita pun kerja keras untuk menjaga nya. Ternyata sdh berapa huruf kita baca lebih banyak dr biasanya. Qr teralihkan. 

Niat kita ingin jaga hafalan. Akhirnya kita tambah agenda menjadi sholat sambil murajaah, puasa biar nggak kebanyakan makan (biar pikiran tokcer), banyak berdoa agar hafalan lancar,  minta restu ortu, banyak sedekah. Ternyata aktivitas qt kaya akan agenda positif yg mendekatkan kpd Allah. Skali lagi qt teralihkan. 

Semoga kita istiqomah bersama keteralihkannya kita bersama Quran. Karena Allah lebih tahu mana yang terbaik utk kita. 

Allahummarhamnaa bil Qur'an 
Manajemen RQ STAN

=====================================================

Enterprise Architecture
Wahai kelen yg cybuk...
Tetaplah dalam kesibukan kalian, asalkan dlm kebaikan. Terbekal oleh belajar tahsin dan topping hafalan yg kalian punya, smoga krn itulah yg Allah jadikan keberkahan atas kesibukan2 kalian. 

RQ STAN takkan ganggu kesibukan berkebaikan kalian. Bahkan kamilah yg coba menyesuaikan, yg penting tilawah, tahsin dan tahfidz jalan seideal yg sdh disyaratkan asatidzat musyrif RQ STAN. 

Karena kami faham konsep enterprise architecture (coba googling klo penasaran). Dalam arsitektur besar dakwah Islam, tdk ada yg perlu saling bertubrukan. Karena 1 tujuan, sebaiknya ngeblend. Saling menunjang dan saling toleran utk prioritas agenda yang sama2 menguatkan. Tetap dalam kerangka Islam yang syamil mutakamil. Ibarat semesta yang tawazun (balance). Antum lebih faham tentang balance lah ya🀭

Untuk itu, RQ STAN tahun ini coba membuat perencanaan semesteran. Walaupun begitu, tetap kami mengharap prioritas utk agenda RQ STAN di momen2 yg sdh kita tentukan, yg tentu sebelumnya sdh sempat dikonsolidasikan. 

Yuk tilawah 2-3 juz perharinya digenjot, sbg sarana energi ruhani jg bagi qt utk berpikir kritis dan terarah terkait dakwah dan kesibukan2 tsb. 

Barakallahufiikum. 
Allahummarhamnaa bil Qur'an 
Manajemen RQ STAN

=====================================================================

Complex Problem Solving

Ketika melihat hasil searching tersebut, yang ada di pikiran saya pertama kali adalah: 
Seharusnya penghafal Quran memiliki kemampuan teratas dr kapabilitas tsb (complex problem solving). Why?

Karena qt menambah hafalan, makin lama makin banyak, makin lama makin kompleks, padahal waktu yg dimiliki tetap 24 jam sehari, makin perlu memilah hafalan (utk terus dimurajaah dan dijaga), belum lagi digenjot setoran terus, dimurajaah lagi-lagi dan lagi, belum lagi kegiatan kuliah/dakwah/lainnya yang menantang qt utk qt selesaikan semua.

Maa syaa Allah...

Barakallah utk para penghafal Quran...
Manajemen RQ STAN

=====================================================================

Selamat Hari Santri 2019
Duhai yang berdarah muda
Yang berstatus santri
Duhai yang berjiwa muda
Yang rindu masa-masa nyantri
Duhai yang bermental santri
Yang belum pernah nyantri

Yang bermujahadah tapi tetap menebar faedah
Yang berkiprah aktivis tapi tetap klimis 
Yang berdamai dengan diri, tuk menyemai kebaikan bersemi
Yang berdamai dengan hati, tuk toleransikan keberagaman, juga mendamaikan yang berselisih

Mari bekali diri dengan taqwa
Menjadi generasi penuh solusi
Mari bekali dengan pengalaman hidup penuh arti
Menyongsong negeri damai dan penuh izzah 

Selamat Hari Santri
22 Oktober 2019

Allahummarhamnaa bil Qur'an 
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'an

=====================================================================

Sibuk, Quran, dan Niat
Ada yang berupaya dekat dengan Quran, tapi hanya pas sibuk saja. Alasannya: Quran adalah energi, pembangkit ketenangan dan ketentraman hati. Alaa bidzikrillaahi tat'ma'innul quluub (Ingat, hanya dgn mengingat Allah hati menjadi tentram-Ar Ra'du 28). Apalagi ditunjang dengan hadits tentang berkumpul utk mempelajari Quran di masjid dalam kelompok. Ketenangan menjadi 1 dari 4 keutamaan yang bisa diraih. 

Lebih lanjut, ia ngarep bahwa dengan tilawah, murajaah, dan setoran nambah hafalan, Allah akan menolong dalam memenej amanah-amanahnya. Berkah Quran. Mengerjakan banyak hal dalam waktu yang sedikit. 

Namun, perlu diperhatikan dalam kerangka niat. Dikhawatirkan, ia hanya mendapatkan sebatas niat nya saja. Dikhawatirkan, Ridha Allah tdk dijadikan tumpuan. Dikhawatirkan, pahala besar yang ia harap terhijab oleh niat duniawi tersebut. 

Maka, logika nya harus diubah sedikit. 

Ya Allah, saya sibuk. Amanah nya cuma 2 (klo lbh, berarti menyalahi komitmen ya😏), tapi kok buanyak kerjaan nya ya??  Maka, saya dekat dengan Quran bukan utk itu, tapi utk mengharap Ridha Mu. Maka, saat sibuk aku akan dekat dengan Quran, saat tidak sibuk pun aku akan dekat dengan Quran. Tilawah, murajaah, juga setoran hafalan. 

So, niat yg sperti ini seharusnya membuat qt bersemangat bukan hanya di kampus saat kuliah saja, tapi juga saat liburan nanti. Liburan tdk menghalangi qt dari berinteraksi dengan Quran. 

Allahummarhamnaa bil Qur'an 
Manajemen RQ STAN

=====================================================================

Masih banyak tulisan-tulisan motivatif di edisi-edisi berikutnya.
Semoga menjadi inspirasi bagi semua.

Alhamdulillahirabbil 'aalamiin
πŸ”₯ Allahummarhmanaa bil Qur'aan
πŸ”₯ Allahummaj'alnaa wa ahlinaa min ahlil Qur'aan

πŸ“– Rumah Quran STAN πŸ“–======================
🏑 Baituna: bit.do/rumahquranstan
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
πŸ’Œ gg.gg/infoDonasiRQSTAN

#RumahQuran #RumahQuranStan #RuqunStan #YukNgaji #YukDonasi
komentar | | Baca...

Taujih Seri 4 untuk Strategi Muwajjih FHQ (16-19)

Penulis : rumah quran stan on Senin, 28 Oktober 2019 | 23.50.00

Senin, 28 Oktober 2019



πŸ”° Alhamdulillah FHQ MBM dimulai kembali jelang akhir tahun 2019 ini.
πŸ”° Agenda FHQ telah dimulai 12 Oktober 2019 lalu dan dijadwalkan selesai 26 April 2020.
πŸ”° Registrasi santri menghasilkan peserta: 67 putra + 137 putri (total 204 peserta).
πŸ”° Seluruh peserta adalah dari kalangan mahasiswa/i PKN STAN.
Maa syaa Allah...
πŸ”°Semoga Allah mudahkan FHQ menghasilkan santri-santri yang istiqomah dalam berinteraksi bersama Qur'an serta mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat. 
πŸ”° Semoga Allah berkahi dan istiqomahkan pula para pengajarnya yang sebagian besar dari kalangan santri RQ STAN. 
Aamiin.
πŸ”° Kembali kami persembahkan taujih-taujih instan bagi para pengajar Quran, melajutkan serial yang sudah dimulai sejak akhir 2018 lalu πŸ˜€

Taujih seri 1
Taujih seri 2
Taujih seri 3
Taujih seri 4 (berikut dalam artikel ini)

πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Bagaimana Jika Ada Santri Telat Ikut Halaqah Quran

Ini best practice di Fhq annashr. Tapi dikhususkan untuk halaqah yang efektif (artinya yg telat cuma dikit/kurang dr 50%) dan pengajar sudah teruji dedikasinya😎

Begini teknis contohnya: Dari 10 peserta: yang 6 hadir tepat waktu, yang 2 tdk hadir, yang 2 hadir telat. Maka, urutkan talaqqi fardhi di akhir sesi nanti sesuai yang pertama hadir sampai yang ke 6, selanjutnya halaqah ditutup. Lho? Yang 2 telat dikacangin donk. Enggak. Sepasang itu akan di talaqqi di luar halaqah. AdilπŸ˜€

Nah, kan, pengajar dpt pahala lebih gede karena jam halaqahnya plus extra time (itulah mengapa butuh dedikasi tinggi). Selain itu, mengurangi risiko menggerutunya santri2 yang hadir tepat waktu sekaligus menghindari rasa tdk enak bagi yang telat. Yang telat, maka pekan depan akan berusaha hadir tepat waktu, bukan malah ga mau hadir lantaran merasa jadi beban halaqah.

Hal ini efektif bisa dilakukan jika dan hanya jika, satu halaqah sepakat kapan jam telat itu diberlakukan. Misal 15 menit dr jam start semua sepakat, maka yang telat akan talaqqi fardhi di luar halaqah. Jadi butuh kesepakatan pengajar dan santri yaπŸ€ͺ

Kasus lain: bagaimana jika peserta tahsin rame-rame telat. Kalau cara di atas tadi diberlakukan, kasihan pengajar nya, juga santri2nya. Extra time semua nanti. Nah, disini butuh kesepakatan juga. Kalau rame-rame ya, yang hadir tepat waktu bersyukur sangat. Karena selesainya lebih awal dan yg rame-rame tadi ditalaqqikan sesuai waktu proporsi hingga jam halaqah selesai. Aman.

Kasus lain: Bagaimana mengawali yg jumlah santrinya dikit? Materi direm dulu ya. Fokus ke talaqqi jama'i saja dlu atau talaqqi mitsali dulu, maksimalkan yang bisa dilakukan hanya dengan 1-2 orang. Nanti kalo sekiranya waktu sdh yakin kayaknya gak bakal dateng deh yang lainnya, maka barulah starting materi.

Kasus lain: Bukan masalah dedikasi pengajar, tapi lebih ke pengajar itu supersibuk sehingga habis halaqah yang pengennya teng go. Khan ada syuro ini itu, banyak sekali. Semua2 dapat disolusikan 🐼 Cobalah untuk berkreasi pake gadget. Yang telat tadi, talaqqi via video call... Jeng jeng, lho kuota nya. Ini konsekuensi karena telat dan pengajar kurang bisa extra time. Atau boleh juga selesainya diawalkan sehingga yang telat tadi bisa talaqqi di luar halaqah, tapi masih di jam nya halaqah.

Kembali ke fokus nyamannya santri di halaqah. Karena inti dari solusi masalah2 telat ini adalah bagaimana agar semua santri merasa nyaman. Bukan 1-2 saja. Tapi semua. Hm...  Terkadang memang perlu pengorbanan pengajar.

Semoga Allah membalas pengorbanan kita dalam mengajar Quran ini dengan kebaikan yang banyak. Krn kita sedang menapak di jalurnya sebaik baik kita: yaitu belajar dan juga mengajar Quran.
😊

πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Bagaimana Bila Santri Kita Sedikit? 
Sementara Halaqah lain Banyak?

Ini perasaan wajar. Ketika halaqah lain berjubel santrinya, halaqah kita sepi, bahkan belum ada yang hadir.

Eit... Ini masalah bukan cuma halaqah tahsin aje, ini masalah utama di halaqah mentoring juga, dari jaman bahula sampai sekarang. Maka, hal ini scr pasti sedang menguji mental kita, mind set kita.

Motivasi superklasik kita adakah Kisah Nabi Nuh yang berdakwah 950 tahun, yang hadir menyambut hanya sejumlah itungan jari tangan.

Atau motivasi modern: yang penting niat. Kalau ga ada amal, pahala nya  sudah ditetapkan. Sama dengan pengajar lain yang sudah mengamalkan pengajarannya. Lagi pula, waktu antum sudah dibeli sama Allah utk mengajar Quran di sabtu atau ahad sore. Maka, sepanjang waktu tsb, tetap hadir adalah sesuai awal akad jual beli kita sama Allah (termaktub dalam surat komitmen dengan panitia fhq mbm). Jadi kalau sudah sore dan bahkan gak ada peserta pun, seharusnyalah waktu itu untuk Allah yakni dengan stay in masjid, tilawah, murojaah, sampai ada santri hadir. Adil bukan?

Lalu bagaimana kalau face to face. Satu halaqah satu santri. Alhamdulillah ini kesempatan emas untuk memberi peluang santri tsb utk menerima pengajaran kita lebih optimal. Materi, talaqqi, semua bisa all out. Kalau terlalu penuh, yaa yang begini ini boleh lah ya selesai lebih awalπŸ˜… tapi waktu jam halaqah tetap dipake pengajar untuk Qur'an. Tetap teralokasi sesuai tempatnya.

Kita perlu slalu mengingat bahwa setiap aktivitas menunggu itu bermanfaat sepanjang niat nya ikhlas. Mending santrinya dikit tapi ikhlas mengajar, daripada santrinya banyak tapi jumawa sekaliber ujub(takjub diri dalam hati). Ini adalah bahaya level tinggi.

Maka, jaddidun niat menjadi slalu perlu untuk dilakukan. Slalu memperbarui niat. Karena selipan2 setan dalam hati kadang hadir tanpa kita sadari.

Semoga Allah menolong kita, utamanya dalam menjaga niat-niat ibadah karena Allah. Yang santrinya sedikit atau banyak sama saja. Sama-sama menuju kebaikan yang sama, sama-sama berarti vital mengajar, yang beda justru kalau yang sedikit dibarengi sabar, maka ada plusnya malahan: kemuliaan karena Allah. 😊

πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Mengatasi Merasa Di-PHP-in Santri

Yang santrinya banyak, digoda dengan ujub. Hati-hati karena penyakit hati ini sulit disadari. Tahu-tahu merasa bahwa "wah santriku banyak, santri situ dikit, wkwkwk". Merasa saja sudah bahaya. Lalu gimana kita mencegahnya? Santai saja, ada doanya: Allahummaa innaa nauudzubika min annusyrika bika syaian na'lamuhu wa nastaghfiruka limaa laa na'lamuhu (keyword: doa atas apa yang tidak diketahui). Karena yang muncul di hati seringnya ngeloyor begitu saja, sulit ditahan.

Yang santrinya dikit, hm... Godaannya terasa lebih berat. Maka, sabar nya akan berbuah kemuliaan karena Allah InsyaAllah. Bagaimana godaan itu muncul? Mulai dari rasa minder, merasa diphpin, hingga perasaan: pekan depan mau kabur aja lah, ga usah ngajar, digantiin atau digabungin aja lah. Niat-niat buruk keluar juga via hati (belum tereksekusi).

Ikhwah fillah, merasa Di-PHP-in adalah sebuah perasaan yang sangat berbahaya. Mungkin pengelola mentoring bisa ditanya, atau disurvey? Berapa mentor yang gak jadi mentor lagi karena ditinggal mentinya? Sebetulnya menurut saya, mereka merasa bukan ditinggal menti, tapi karena baru pertama kali jadi mentor(atau sudah berkali-kali) kemudian merasa gagal, sehingga tidak melanjutkan membina/menjadi mentor/malas mengingatkan mentinya untuk mentoring. Mungkin juga terkover kesibukan sehingga urung utk menyempatkan diri menyapa menti, "yuk mentoring pekan ini"

Saya mohon maaf bila ada di antara pembaca yang menjadi pengurus mentoring, semoga hal ini sdh ditangani dengan kejelian dan kreativitas pengelola nya. Tapi begini lah di zaman saya ketika saya jadi mentor dulu. Yaa, selama 5 tahun lebih dalam membina, selama itu pula setan menggoda agar kita merasa Di-PHP-inπŸ˜… Biar kita kabur dari jalan dakwah ini.

Nah, halaqah tahsin sebetulnya punya kelebihan, yakni waktu dan tempat sudah ditetapkan, gak perlu nyari kesepakatan waktu lagi. Tinggal bagaimana kita berusaha untuk menyapa mereka, membuat mereka nyaman, menghadirkan diri kita buat membantu mereka belajar Quran.

Pertama-tama: buang jauh-jauh perasaan merasa di-PHP-in. Kedua: sapa di grup atau lebih pas nya japri santri yang tdk hadir tanpa keterangan tersebut. Ingatkan akan komitmen kehadiran, sehingga ia dapat kembali rajin hadir dan rajin tilawah. Yaa, tentu perlu seni mengingatkan agar santri tersebut merasa nyaman dalam diingatkan.

Kalau ia rajin hadir tapi tdk mencatat tilawah hariannya, paling tidak dituliskan kira-kira saja di buku mutabaah. Kita memudahkan, bukan mempersulit.

Akhirnya, kita perlu menginternalisasi mind set bahwa kita lah yang butuh dakwah quran ini, bukan dakwah yang butuh kita. Karena kita lemah, maka kita bergabung. Karena kita khawatir banyak godaan setan, kita ingin memurnikan niat dan memperbesar peluang meraih pahala besar. Jadi tdk ada alasan bukan? Untuk menyerah dan beralih ke jalan lain yang hingar bingar duniawinya lebih terlihat?

Yang bisa membuang perasaan diphpin adalah mereka yang visi nya jauh ke depan. Allah sebagai tujuan, akhirat sebagai orientasi maksimal.
😊

πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Dalam Talaqqi, Ada Cinta

Siapa bilang cinta hanya mengalir diantara rerimbunan musim semi, atau bergemuruhnya dialog dua hati atas teruntainya bersaf-saf doa berkah sakinah mawaddah wa rahmah?

Ternyata cinta juga bergelora di antara dua hati yang saling mentalaqqi. Yang satu mentasmik Quran, yang satu menyimak bacaan.

Yang mentasmik (memperdengarkan bacaan) harap2 cemas, moga bacaannya lancar tanpa lahn. Hendak membuktikan cinta kepada Rabbnya. Perlahan gunakan tahqiq velocity, mentera dalam harap 10 kebaikan per huruf nya. Berharap tiap lahn yang terucap, terkoreksi dengan jelas, tervalidasi oleh penyimak secara menyeluruh. Agar tilawah-tilawah berikutnya membetikkan 10 kebaikan per huruf yang kian menyempurna.

Yang menyimak bacaan pun (musyrif) harap2 cemas. Melihat dengan awas, lisan yang terkomat-kamit itu, gerakan demi gerakan. Dalam hati teruntai doa "Ya Rabb, tolonglah saudaraku ini,  agar lisan nya mampu mengucap kalimatMu secara sempurna." Namun, bila pun ada lahn, ia koreksi dengan jelas demi kebaikan saudaranya itu, demi kesempurnaan makhraj dan shifat. Demi sempurna nya 10 kebaikan per huruf untuk Saudara tercinta nya itu.

Hingga berakhir nya talaqqi, kesalahan2 pun diungkap, diingatkan, dan dimotivasikan. Sebetulnya yang menyimak itu sedang bercermin. Sedang memotivasi dirinya sendiri, agar semangat tilawah Quran. Hanya saja, dia harap ada Saudara yang juga turut diajak. "Yuk kita membetikkan cinta lebih sempurna lagi, agar Allah limpahkan kebaikan untuk kita."

Semoga kebersamaan dengan Quran ini mampu menemani qt dalam perjalanan meniti onak dan duri duniawi, tak hanya itu, juga rintangan gelapnya alam qubur, teman tatkala di mahsyar, ngerinya shirathal mustaqim, dan berakhir pada derajat surga yang moga kelak qt raih. Aamiin ya Rabb.

Sungguh cinta yang tak berbatas.

***
Allahummarhamnaa bil Qur'aan
komentar | | Baca...

Bekal MQB (6) - Taujih 3

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 06 April 2019 | 00.54.00

Sabtu, 06 April 2019

Ustadz KH. Mulhat Ali Nuh, MA.
Tema: Tadabbur Quran
Beliau adalah mudhir tahfizh Fajrul Karim, Cinangka, Banten
komentar | | Baca...

Bekal MQB (5) - Taujih 2

Penulis : rumah quran stan on Kamis, 04 April 2019 | 16.49.00

Kamis, 04 April 2019

Ustadz KH. Samson Rahman, MA.
Tema: Fiqhut Tamkin (Fikih Kemenangan)
Beliau adalah mudhir tahfizh Al Qudwah, Lebak Banten

komentar | | Baca...

Bekal MQB (4) - Kuliah Subuh 2

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 30 Maret 2019 | 06.16.00

Sabtu, 30 Maret 2019

Ustadz Riyadhus Shalihin, S.Sos, Al-Hafizh

Pasca-QL dan Subuh hari ketiga: 17 Maret 2019

Beliau adalah mudhir Markaz Quran. 

komentar | | Baca...

Bekal MQB (3) - Kuliah Subuh 1

Penulis : rumah quran stan on Sabtu, 23 Maret 2019 | 09.24.00

Sabtu, 23 Maret 2019

Ustadz Riyadhus Shalihin, S.Sos, Al-Hafizh
Pasca-QL dan Subuh hari kedua: 16 Maret 2019
Beliau adalah mudhir Markaz Quran. 

komentar | | Baca...

Bekal MQB (2) - Taujih 1

Ustadz KH. Muhammad Rum, Lc.
Tema: Kiat Sukses Menjadi Hafizh Daiyah
Beliau adalah mudhir tahfizh Ad Dakwah, Lebak + mudhir MQL (Madinatul Quran Lebak)

komentar | | Baca...

Bekal MQB (1) - Pengantar


Bekal Mukhayam Quran Banten (MQB) adalah satu rangkaian artikel berisi tentang bekal-bekal motivasi bersama Quran yang dirangkum oleh utusan dari RQ STAN selama mengikuti mukhayam tersebut. (mukhayam = camp)

komentar | | Baca...

Taujih Berseri untuk Strategi Muwajjih FHQ (11-15)

Penulis : rumah quran stan on Minggu, 17 Februari 2019 | 02.49.00

Minggu, 17 Februari 2019


Alhamdulillah, 16-17 Februari, FHQ MBM hadir lagi. Kita lanjutkan kembali beberapa taujih bertahap (berseri) terkait dengan strategi (bukan materi) dalam mengelola halaqah tahsin. Strategi lebih kepada cara jitu tersampaikannya materi dan terpraktekannya bacaan Quran dengan sempurna. Berikut 5 seri ketiga taujih strategi mengelola halaqah tahsin:

***


11) Murajaah Materi



Salah satu fungsi penugasan SAP adalah memberanjang inovasi baru dr calon pengajar Quran. Salah satu yang terberanjang adalah muncul nya strategi murajaah materi (MM). Salut buat yang memunculkan ide iniπŸ‘



Murajaah berarti review. Materi sendiri teralokasi maksimal 30 menit tiap kali halaqah. Maka review materi bisa menjadi jembatan memori materi pekan sebelumnya agar terpatri di dalam memori para santri. Nah, yang terpenting dr MM ini adalah review jangan banyak2. Yaa, maksimal 5 menit lah, bisa pake quiz online,  pake mind mapping, pake tebak2an beriqobkan push up (hehe bcanda). Atau talaqqi jamai.


Yup, talaqqi jamai mitsali materi bisa juga lho jadi saran MM. Sekalian menagih pembetulan akan kesalahan2 umum yang muncul pekan sebelumnya (ingat kita ini preman taubat yang suka nagih setoran santri tahsin).

Tapi kalau santri suka nelat di awal halaqah, mending diawali tilawah jamai plus talaqqi jamai dlu baru kemudian MM ini. Menjadi penghubung dengan materi asli pertemuan terkini.
Eit selain santri, pengajar juga kudu rajin2 melakukan MM, terlebih sebelum halaqah tahsin dimulai. Sebelum perhelatan dimulai, amunisi kudu siap dlu.

Barakallahu fiikum jami'an para pecinta Qur'an sekalian


***

12) Mengatasi Menyerah di Talaqqi Fardhi

"Kok susah sih - kok gitu aja dikoreksi sih - kok berat banget ya, dikit-dikit salah?" Mungkin bila kita pengajar yang sensitivitasnya tinggi sehingga banyak salah yang terkoreksi, kita akan mendengar suara-suara hati seperti itu. Suara hati itu bisa jadi muncul dalam gestur seperti: mengernyitkan dahi, menghela nafas, atau menunduk malu: yang dilakukan oleh peserta tahsin. Cobalah lamat-lamat kita amati satu per satu santri kita di sesi talaqqi fardhi.

Nah, kombinasi ta'liful qulub dan sentuhan motivasi bisa membuat mereka kembali nyaman. Karena fokus kita selaku pengajar adalah pada kenyamanan peserta tahsin. 

Begini contohnya: "Gapapa, insyaAllah sambil terus berdoa, pasti bisa - Ah gapapa, sambil dibawa rajin baca Quran tiap hari InsyaAllah lama-lama bisa kok - Kalo kita salah baca, tapi kita masih berproses belajar insyaAllah gak ada dosa - Yang dosa kalau kita berhenti belajar lalu sengaja baca Qurannya disalah-salahin - Ya Allah, terbata-bata itu dua pahala lho, betapa sayangnya Allah sama kita - Gak slalu langsung bisa kok, yang penting banyak baca Quran aja, sebagai latihan pengucapan huruf - dan lain-lain."

Ingat, kita sedang berhadapan dengan peserta awam yang bisa jadi tidak pernah hidup dalam tekanan tinggi pesantren yang level komitmen dan targetnya tinggi. Jadi, bagaimanapun kitalah yang akan menyesuaikan kenyamanan mereka, bukan mereka yang menyesuaikan ketatnya aturan kita. Rule dijalankan sesuai batasan kurikulum dan kehadiran. Sudah... Selebihnya, kita kelola yang kita bisa.

Sapaan-sapaan secara intensif di grup WA/line pengajar dan santri -bisa jadi akan meringankan beban mereka bila harus setiap pekan disalah-salahin di talaqqi fardhi. Mari kita fokus dalam membuat mereka senang hadir di halaqah, membuat mereka cinta kepada pengajar Qurannya. Membuat mereka rindu pertemuan bersama Quran dan belajar tahsin Quran.

Semoga Allah memudahkan kita...

***

13) Menulis Arab

Pernah suatu ketika aktivis dakwah bercerita tentang halaqah mentoring-nya. Tiba-tiba mentornya menugasi menulis alfatihah tanpa nyontek: jeng jeng. Yang bisa cuma si doi. Menti lainnya kebingungan. Eh mereka aktivis dakwah lho. MasyaAllah ini PR Besar, kata beliau.

Kapan terakhir kali antum menulis Arab? Nah... Silakan dijawab sendiri. Ada satu pengajar FHQ yang mengusulkan ada sesi ini di SAP-nya. Akhirnya kami review pada kesempatan kali ini. Eits, bicara tentang menulis Arab. Ternyata trik ini sangat jitu lho, bila halaqahnya adalah halaqah tahsin anak TK. Sambil antri membacakan kitab iqro ke pengajar, santri lain ditugasin menyalin surat al humazah, misalnya. Tujuannya agar anak-anak tenang tak banyak polah. Duh, anak-anak... (haha, pengalaman saya doeloe waktu ngajar tahsin anak)

Merivew usulan ini, tentu yang pertama dan utama kita targetkan adalah kemampuan peserta tahsin dalam membaca Quran. Jadi, mampu menulis Arab hanya target sampingan saja. Bukan bermaksud mengerdilkan target ya, akan tetapi lebih sekedar memfokuskan target. Agar tujuan kita tercapai secara optimal.

Namun, agenda menulis Arab ini bisa loh dilakukan tatkala menunggu santri antri talaqqi. Beberapa agenda pengalih tatkala talaqqi di antaranya: menulis Arab, tilawah fardhi mengejar ketertinggalan target tilawah harian, latihan talaqqi dengan santri lain, mengerjaan quiz online tahsin, atau banyak-banyak berdzikir. Yang penting untuk menulis Arab ini: apa yang mereka tulis kita review dengan saksama, agar mereka memiliki feed back dari kita atas tulisan mereka. Jangan sampai tugas hanya sekedar tugas tanpa implikasi positif :)

Yap, memang membaca itu perlu menulis juga, agar kita terbiasa dengan warisan Islam yang satu ini. Karena pun yang dipilih para khulafaurrasyidin untuk menulis Quran di zamannya adalah orang-orang berpengetahuan luas dan berhafalan maksimal. Dibentuk tim khusus dengan kualifikasi khusus.

Agar jangan sampai juga, kita tidak bisa membaca apa yang kita tulis. Kalau ini kejadian di huruf latin, apalagi huruf Arab. Duh...

***

14) Talaqqi Mitsali dan Sekilas Modul Utsmani

Mungkin dari kemarin kita bertanya-tanya. Apa sih mitsali itu? Diobrolin mulu tapi ga clear penjelasan nya. Nah, coba deh liat slide strategi halaqah tahsin. Mitsali itu melekat ke materi.

Ada materi ttg idgham misalnya. Semua teori telah tersampaikan. Maka, saatnyalah mentalaqqikan mitsal-mitsal (contoh-contoh) bacaannya kepada peserta. Contohnya ada semua di buku 3. Karena di buku 3 utsmani hampir setiap ada materi selalu diikuti mitsal bacaannya. Atau bila kurang greget, pake buku 2 biar peserta ga mubadzir beli buku. Di sana lebih banyak lagi mitsali nya.

Bagaimana teknis talaqqi mitsali? Hampir sama lah ya, dengan talaqqi surah. Satu demi satu, dicontohkan sekali baca dulu oleh pengajar, baru kemudian dibaca bersama-sama oleh peserta tahsin. Utk tiap-tiap contoh bacaan, secara berulang-ulang.

Ohiya btw, kalau yang dipakai cuman buku 3 baik materi maupun mitsali, buat apa donk beli buku 1 dan 2?

Nah sekilas penjelasan. Bahwa buku 1 akan banyak dipake untuk praktek baca huruf pratahsin. Selain itu, sebaiknya pengajar menggunakan nya pula untuk talaqqi surah karena di bagian belakang nya ada 1/4 terakhir konten juz 30 yang dhabt nya (tanda bacanya) sesuai Mushaf Madinah. Kita sedang belajar modul utsmani, sob. Jadi rasm dan dhabt nya sebaiknya dr sumber Ustmani nya dunk, alias dari Madinah.

Lalu bagaimana bila pake Mushaf Indonesia berstempel Kemenag? Boleh2 saja dunk, namun beberapa materi perlu dilakukan penyesuaian. Jadi, sebaiknya kalau baca surat juz 30 pake nya jilid 1 utsmani.

Ohiya, lalu apa pula fungsi buku 2? Eits, banyak latihan2 contoh bacaan terhampar luas sesuai materinya di buku 2 ini. Jadi, kalau antum kecepetan ngajar, kecepetan talaqqi surat, kok masih ada waktu ya? Mending baca mitsali buku 2 sesuai materinya. InsyaAllah ga habis habis. Dan memperbanyak praktek memang seharusnyalah menjadi kebiasaan halaqah tahsin ke depan.

Eits, tak lupa kembali ke 2 pasal teratas. Satu: Tilawah fardhi wajib oleh peserta setiap harinya (1/2 atau 1 juz per hari). Dua: Buku Mutabaah menjadi control perubahan signifikan cara baca santri agar lebih baik.

Dokumentasi kesalahan baca itu perlu agar mendukung penuh ungkapan: Practice makes perfect...  😊

***

15) Mendengar > Menceramahi

Salah seorang tokoh mengatakan Mengapa kok kita diciptakan dengan 2 telinga dan 1 mulut, tidak lain karena kita diharapkan untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara/menceramahi.

Salah satu efek "talaqqi fardhi yang lebih besar porsi waktunya daripada materi" adalah agar kita jadi lebih banyak mendengar daripada menceramahi. Buktinya seluruh talaqqi baik surah, mitsali, fardhi, semuanya butuh aktivasi telinga lebih jitu. Hanya materi saja yang butuh maksimalisasi mulut kita.

Karena butuh telinga lebih aktif, maka semua koreksi kita adalah berdasarkan telinga, bukan keinginan untuk mengutarakan semata. Bahkan bila ada santri yang bercerita di dalam sesi talaqqi fardhi nya, nyamankan ia untuk bercerita. Lalu, berikan feed back yang pas sebagai wujud kepedulian sekaligus respek kita kepadanya. Jangan hanya mendengar lalu, yasudah, lanjut ke santri berikutnya. Terasa menggantung dan akan keluar perasaan dari si santri, "jadi, saya didengerin gak sih?"

Mendengar kadang butuh pembiasaan. Misalnya ngobrol dengan orang asing yang satu kursi dengan kita di perjalanan. Lebih banyak kah kita bercerita atau kita lah yang banyak mendengar? Coba pilih yang kedua, biasanya ia akan merasa nyaman, apalagi ada feed back-feed back instan seperti, "oh begitu", atau "mungkin begini pak", atau "wah keren ya".

Jika antum menjadi si pencerita pasti merasa pengen cerita terus. Nah, sekarang posisinya dibalik. Kitalah yang sedang butuh banyak mendengar. Maka, bukan masalah dominasi obrolan semata, karena sewajarnyalah dominasi instruksi tetap di kita selaku pengajar, hanya saja kita beri kesempatan untuk mereka mengungkapkan, tentunya dengan proporsional.

Ada kalanya peserta halaqah (lagi-lagi pengalaman mentoring) banyak ngobrolnya, bahkan sering menyela penyampaian materi kita. Nah, disinilah kita harus menunjukkan dominasi tanpa merusak hubungan, caranya dengan melakukan cut pembicaraan di waktu yang tepat. Ambil alih, tapi...  Nyantai.

Selain itu, kita juga perlu latihan menyederhanakan pembahasan. Karena 30 menit materi bagi yang terbiasa ngomong di depan umum, akan sulit direm. Materi banyak yang kita sederhanakan sehingga lebih mampu dipahami lebih keren dan lebih dibutuhkan santri daripada materi sedikit yang kita bumbui macam-macam yang justru membingungkan santri atau malah mereka gagal memperoleh intisari atas materi. Hm...

Mari kita latihan banyak mendengar, lalu menyampaikan sedikit tapi menyeluruh, agar banyak solusi dari kita, agar si pencurhat memperoleh kemudahan dari kita, karena kita mencerahkan bukan menyusahkan, karena kita tahu, kemudahan orang lain karena inisiatif kita akan membuahkan kemudahan bagi kita di hari akhir nanti. MasyaAllah

Allahummarhamnaa bil Qur'aan
Allahummaj'alnaa min ahlil Qur'aan


Rumah Quran STAN

================
πŸ‘₯ Fb: Rumah Quran STAN
🌐 Web: rumahquranstan.com
πŸ“· IG : stanruqun_
πŸ’Œ gg.gg/infoDonasiRQSTAN

komentar | | Baca...
 
Tentang Kami | Kontak Kami | Privacy policy | Term of use | Ingin Berdonasi? | Site map
Copyright Ruqun STAN© 2015. Rumah Qur'an STAN . All Rights Reserved.
Design Template by klik di sini |