| Ustadz Sunarso, Al Hafidz - Pembina Rumah Quran STAN |
Alhamdulillah, berbagai kata mutiara dan pesan/testimoni telah dipaparkan di sesi-sesi awal wisuda. Tokoh masyarakat (ketua RQ 08 PJMI dan perwakilan Takmir Masjid An Nur), perwakilan santri, perwakilan kakak asuh, perwakilan orangtua santri, hingga seluruh musyrif/ah turut serta menyampaikan, membuat wisuda kali ini tampak berbeda.
Ya, karena semuanya via rekaman yang diputar di Zoom Meeting. Seluruh racikan tersebut semoga mampu menggoreskan tinta emas dalam hati para wisudawan santri Rumah Quran STAN. Dan tentunya, semoga taujih yang ditunggu-tunggu, turut menjadi bekal para wisudawan untuk berkiprah selepas wisuda ini. Setidaknya, dapat kita cermati intisari taujih yang disampaikan oleh Ustadz Sunarso Al Hafidz selaku Pembina Rumah Quran STAN tersebut:
- Para ahlul Qur'an seharusnya bergembira. Karena karunia Al-Quran. sebagaimana surat Yunus: 8 => "Katakanlah (Muhammad), dengan karunia Allah yang besar dan rahmat-Nya, maka bergembiralah karena dia lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." Kesadaran ini seharusnya kita jaga, agar anugrah Allah dapat bermanfaat secara maksimal, baik di dunia, maupun di akhirat (syafaat).
- Iqra'ul Qur'aan... Bacalah Al Quran, karena pada hari kiamat nanti, Al Quran akan memberi syafaat kepada teman dekatnya (pembaca Quran).
- Jagalah hafalan, jangan sampai lepas.
- Ingat! hukum menghafal = fardhu kifayah, namun menhaga hafalan = fardhu ain bagi penghafal Qur'an.
- Wisuda = bukan akhir perjalanan. Melainkan awal, bagaimana dengan hafalan yang sudah tertanam, menjadi motivasi agar senantiasa dekat dengan Qur'an.
- Sebaik-baik penghafal Qur'an bukan siapa yang paling cepat menyelesaikan hafalannya, tetapi siapa yang paling tahan sampai akhir hayat, bisa berlama-lama dengan Qur'an.
- Bahwa setidaknya ada 4 tujuan akhir, kita menghafal Quran:
- Bagaimana kita sibuk dengan Qur'an, agar waktu-waktu kita terisi dengan amalan bersama Qur'an.
- Bagaimana kita menjaga Al Quran karena ia karunia yang terbaik
- Rabi'ul qulub = sumber ketenangan dan kebahagiaan hati kita, Alaa bidzikrillaagi tath'mainnal quluub = dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.
- Tasyabbuh bish shaalihin = memirip-miripkan dengan orang-orang sholeh, untuk mendekatkan diri kepada Allah.
- Jangan sampai wisuda selesai, menghafalnya selesai. Justru tantangannya makin berat. Karena perlunya kita berlama-lama dengan Qur'an
![]() |
| https://www.youtube.com/watch?v=FW_UWYdcgb4 taujih pada menit ke 1:51:09 sedangkan laporan manajemen pada menit ke 1:40:25 |
A. STATISTIK SANTRI RQ STAN 2019-2020
B. REALISASI AGENDA RQ STAN 2019-2020
- Kopasus (Kegiatan Optimalisasi Quran scr Khusus)- Agustus 2019
- UTS di Masjid ANNUR - UAS di Masjid ARRIDHO
- Kulwap/Kulgram 4 episode (saat liburan semester)
- Rihlah dan Mabit RQ DEPOK (insidental)
- Tahfidz Camp 1 (Des 2019) >>>>>>>>>> Tahfidz Camp 2 (Jan 2020)
- Murajaah Camp (gagal karena start pandemik - Maret 2020)
- Sinergi MUTQIN App (memanfaatkan momen perdana pandemik)
- TFH (Talaqqi From Home)
- Ramadhan feat. Aman Palestin (kajian 10 hari terakhir Ramadhan)
- Feat MBM => FHQ MBM
- Kajian Insidental di Era Pandemik = Ust Rizal Wachid, Ust Luthfi, dll.
- Ujian RQ STAN s.d. Wisuda.
C. CAPAIAN HAFALAN
- Tahun ini meliputi 87 santri, tahun lalu 70 santri.
- Kurva menunjukkan hasil ujian hafalan terutama yang termurajaah karena ada santri yang sudah memiliki hafalan banyak, namun belum berani diujikan seluruh hafalannya,
- Tahun ini, jumlah hafalan terbanyak adalah 2 juz (15 santri), lalu 1 juz (13 santri). Hal ini meningkat dari tahun lalu: 1 juz (21 santri), lalu 2 juz (12 santri).
- Tahun ini, jumlah santri yang hafal 3-5 juz meningkat menjadi 18 santri, tahun lalu 8 santri
- Tahun ini, jumlah santri yang hafal 5-10 juz meningkat menjadi 12 santri, tahun lalu 6 santri
- Tahun ini, jumlah santri yang hafal > 10 juz meningkat menjadi 6 santri, tahun lalu 4 santri
- Secara tren, terjadi peningkatan hafalan. Semoga Allah mudahkan untuk menjaga seluruh hafalan santri tersebut, Aamiin.
D. EVALUASI RQ STAN 2019-2020
- Manajemen dan Santri agar cepat beradaptasi di masa pandemiK serta mengubah basis RQ bukan sebagai lokasi santri (mahasiswa) melainkan basis lain, misalnya kelas dibagi per level (tahsin/tahfidz).
- Menyesuaikan target harian, menetapkan komitmen, serta evaluasi rutin utk komitmen tersebut.
- Peran santri untuk saling mengingatkan masih kurang. Perlu delegasi wewenang dari musyrif/ah.
- Memperbanyak agenda “ketemu” untuk menjaga stabilitas ruhani santri.
- Mengubah skema pendanaan agar RQ tetap eksis.
| Capture pelaporan manajemen RQ STAN pada saat wisuda |
Beranda
Home
Posting Komentar