Ustadz Fadlil Usman, Mudhir Rumah Quran Indonesia sedang
sakit. Beliau mengurangi jam mutabaah ke Rumah Quran seantero Jabodetabek.
Salah satu yang sepi akan kunjungan beliau adalah Rumah Quran STAN, dengan
posisi jarak terjauh, dengan jadwal agenda yang sulit sinkron dengan agenda
Rumah Quran Indonesia. Atas dasar itulah, diwujudkan “Mutabaah on the Road”.
Dari semula bertempat di masjid seputar kampus STAN, sementara beralih ke
markas besar Rumah Quran Indonesia; gang Kapuk, Margonda, Depok. Sekaligus
Rumah kediaman ustad Fadlil Usman.
Agenda diawali dengan komitmen manajemen dan santri. Teragendakan; Sabtu, 16 Januari 2016. Yang tidak bisa hadir adalah yang benar-benar berhalangan syar’i. Terhimpulah: 15 santri RQ PJMI, 12 RQ MBM, dan 4 RQ akhwat. Alhamdulillah banyak santri yang merasa haus akan taujih ustad Fadlil Usman, atau barangkali sekadar ingin tahu siapa beliau –khusus santri baru. Alhamdulillah banyak santri yang rela mengorbankan agenda mereka, demi ingin dijerumuskan ke dalam strata ‘ahlullah’. Alhamdulillah…
Sebagai pengharap ‘ahlullah’, santri kudu memahami bahwa
tiap detik dan tiap detak jantungnya begitu berharga. Bila tujuan demi
tersirami taujih rabbani adalah berharga, maka proses menujunya pun berharga.
Alhasil, manajemen memahamkan dengan cara mewajibkan santri untuk tilawah 1 juz
+ menghafal 1 halaman sepanjang perjalanan kereta rel cepat (KRL) Pondok Ranji
-> Pondok Cina. Yang dirasa tak terbiasa dan bikin pusing, santri dimudahkan
dengan cukup murajaah sebisanya.
Inilah makna sebenarnya; Mutabaah on the road. Nikmati
prosesnya, dapatkan tujuannya. Betapa berharapnya kita, kelak melihat generasi,
dimana penghuni KRL-nya doyan melahap Quran, dimana para premannya nongkrong
menghafal Quran, dimana penunggu angkotnya bersila manis khusyuk masyuk dengan mushaf
Quran, dimana pengendara motor dan mobil di seantero jalan komat-kamit
menikmati huruf-demi-huruf lantuan Kalamullah. Betapa kami merindukannya…
Juga tentunya, merindukan kebersamaan ini. Kebersamaan menikmati tiap ayat dan regukan motivasi dari sang ustadz. Jazakumullah ustadz!
Juga tentunya, merindukan kebersamaan ini. Kebersamaan menikmati tiap ayat dan regukan motivasi dari sang ustadz. Jazakumullah ustadz!
Catatan: Reportase kajian tertuang
dalam artikel terpisah.
***
Hadirin:
> RQ PJMI: Ridho, Riza, Faruq, Jefri, Adam, Deny, Nurdian,
Chamim, Sugi, Fikri, Dasep, Akhyar, Sampurno, Rianda, Udi (15 santri)
> RQ MBM: Junior, Rezam, Zamzam, Ust Ridwan (Msy), Okbri,
Arif, Hamzah, Fahmi, Dani, Hadi, Izzudin, Dani (12 santri)
> RQ Akhwat: Oki, Nindi, Wone, Delva, Wahidah (5 santri)
Total: 32 santri
Izin:
> RQ PJMI: Widodo (kerja), Fariz R (ortu datang), Tsaqib
(sakit), Fajri (janjian sudah lama),
> RQ MBM: Farhan (janjian sudah lama), Zaki (janjian sudah lama),
santri dari RT MBM hampir semuanya berhalangan (kurang mengikat).
> RQ Akhwat: Laila, Rizka, Ana, Astika, Mei, Laila (sebagian besar membina dan dibina)
(ibnuz)
(ibnuz)
Beranda



Home
Posting Komentar